Awkward Moment

Bismillah.

It’s been my.. another awkward moment in my life, i think.

Hari itu Sabtu di awal September 2016. Hari yang cerah, secerah semangat menimba ilmu dan bertemu teman-teman sejawat. Rencana yang awalnya ke Istanbul akhirnya berbelok ke negeri jiran. Yes, Malaysia. Kami -aku dan akhirnya hanya 3 rekan saja dari Indonesia- akan mengikuti training pembekalan berikutnya untuk mendampingi program community leaders yang sudah berjalan sejak Maret lalu. How excited. Yah walau sedikit kecewa karena mendadak diubah ke Malaysia, tapi it’s okaylah, diundang training saja (aku rasa) kami semua senang.

Diantar pak suami dan my lovely girl, kami tiba di bandara pukul 10 pagi. Jumpa teman-teman yang sudah tiba lebih dahulu dan bersiap check in segera. Lalu seorang rekan bertanya, “Paspor mana Mbak?”.

Whatt?? Oh my God…

Sambil berusaha mengendalikan diri, aku menjawab, “eh…kayaknya ketinggalan Be. Lupa..” plus nyengir supaya gak tegang. “Serius ketinggalan??”. “he-eh, aku inget gak masukin ke tas..”. “Periksa dulu coba..” kata yang lain. “Engga, memang akunya belum masukin ke tas.”. Dan masih saja ditimpali, “ibuk ini, timnya diurusin, dirinya sendiri kelupaan :D”. Rrrr…itu kan tanda aku care dan bertanggung jawab sebagai project manager yang baik.

Pak suami segera bertindak cepat, “hubungi uber, suruh ambil paspormu di rumah.”.

Dan… drama itu pun terjadi.

Supir uber bolak-balik kutelpon, macet lah di Lenteng Agung, baru sampai tol, okay sekian puluh menit lagi, sampai dia sedikit emosi bilang, “saya bawa mobil udah gemeteran ini buu saking ngebutnyaa!”.

Ok ok, baiklah.

Tidak lupa mengirim mesej pada supervisor yang entah bagaimana ekspresinya disana *tutup muka takut dimarahin. Dan disini hanya bisa istighfar sambil tak terhindarkan merutuki diri. Komentar balasannya, “Siapa yang marah? Pelajaran untuk next time agar periksa dokumen sebelum berangkat.”. Heu.. dia banget.

Mampir ke loket utk check in dan melapor, lalu melobi, dan berusaha, berusaha, berusaha. There must be a way, inda.. stay calm, stay calm..

Pesawat take off pukul 11.40. Dan 11.30 supir uber belum kelihatan penampakannya. Rekan lain pake komen gak menghibur segala, pingin aku kunyah rasanya. Pak suami cuma bisa menghibur “Sudah gak papa, kalau ikut next flight kan berarti kamu bisa lebih lama lagi sama aku, ya kan :)”. Dan adegan berikutnya adalah terisak sambil memeluk tubuhnya. Hik hik…

Tak lama paspor datang, dan safe flight pesawat! Tak bisa lagi terkejar.

bag-alone

Iya sesak. Tapi berusaha meyakini dalam hati bahwa segala kehendak Allah pastilah penuh kebaikan. Dan kami pun menunggu hingga penerbangan berikutnya di jam 21. Masih ada sekitar 9 jam untuk duduk menyempurnakan bahan presentasi saat training nanti.

Drama berikutnya adalah sedikit mencemaskan safety karena akan tiba di tempat tujuan lewat tengah malam, lalu bertengkar dengan mr. spv yang sulit sekali dihubungi, lalu dia muntab dan blablabla… *hurt* Oh, why should communication become the biggest issue between us 😦

Akhirnya terpaksa shortcut ke brother yang in charge urusan akomodasi. Bukan salah aku donk kalau aku gak tau bahwa mr. Spv juga mengusahakan penjemputan, dia kan gak cerita-cerita sama sekali. Ya kalau memang gak bisa dijemput tinggal bilang aja, aku bisa kok jalan sendiri (sok yakiiiin..), gak usah pake marah2. Tapi untungnya brother yang lain bisa membantu. “Dont worry sister, you’re the only sister in this training, so we have to serve you special :)”. Kalimat yang jauh menenangkan ketimbang babang spv tadi. Fiuuuh….

Laluu berangkatlah aku sendirian (it’s okay then!) dan tiba di bandara KL dengan perasaan asing. Salah masuk jalur imigrasi selama beberapa menit, berjalan dengan bingung, batere hp tiris dan sooo perfect when didn’t find any colokan untuk ngecharge. Akhirnya berjumpa dengan penjemput yang membawa papan nama dan, oh syukurlah, dia wanita ditemani 1 driver lainnya. Karena kalau dia seorang laki-laki sendirian saja, kelihatannya akan sukses bikin cemas sepanjang perjalanan selama 1 jam, melewati perkebunan kelapa sawit yang gelap dan sepi pukul 1.30 dinihari.

Sampai hotel langsung check in, mengetok-ketok kamar kawan untuk minta ringgit malaysia buat pesan dinner yang rasanya lebih pantas disebut sahur, lalu bebersih dan memesan makanan. Begitu pesanan tiba, wuaww… porsinya cukup untuk 2 orang. Baiklah, aku lapar.

Tidur pukul 3 dinihari, terbangun pukul 5 untuk pray fajr, dan prepare for first day training. Sepanjang hari itu cukup lelah dan mengantuk, meski seisi kelas kelihatannya memaklumi. I am sorry, brothers…but i am still sleepy… ~_~

Yah begitulah perjalanan kemarin. Diingat-ingat sedikit menyebalkan, dan terkadang membangkitkan rasa sedih ketika ingat kemarahan seseorang.
Tulisan yang tak lebih dari sekadar menginventarisasi ingatan. Mungkin suatu hari akan terasa konyolnya (well, udah habis sih diledekin bocah2 sepanjang training kemarin), mungkin juga bisa diambil pelajaran.

Setidaknya dalam perjalanan ke Malaysia itu.. aku berpikir kemudian. Terkadang kita perlu dipaksa untuk melakukan hal yang pertama sendirian. It’s not easy for me doing something new alone (seperti kejadian kemarin, misalnya). Dan sebelumnya cukup terkejut karena rencana berubah, 1 orang berangkat lebih dulu tanpa mengabari sebelumnya, dan kemarin tertinggal dari rombongan. Buat aku, tentu saja didampingi itu akan terasa lebih menyenangkan. Setidaknya kebutuhan rasa secure terpenuhi, dan aku akan merasa lebih tenang.

Tapi ya… barangkali memang keadaan perlu memaksa kita. Dan kemudian kita akan belajar. Mengamati situasi, mengendalikan diri, bersandar hanya pada Yang Maha. Selebihnya butuh pembiasaan. Seperti pak suami bilang, “kalau kamu bisa ke Malaysia sendirian, berarti next ke Eropa juga bisa sendirian ;)”. Hm.. we’ll see yaa.. Bersamamu pasti lebih baik laah.. #eaak

Udah ah.
-end

malming 08.10.2016, 21:25 wib.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s