Rindu #1

images-48

Di dalam ruang jiwa kita, ada bilik bersekat-sekat. Aku berikan ruang besar itu untukmu : seseorang yang dalam diamnya, lebih sering berbuat. Dalam lelahnya, tak banyak kesah terungkap. Dalam getirnya hidup, tak banyak keluh terangkat. Dan karenanya, mungkin, luka batinmu sibuk kaupendam sendiri. Dan karenanya, mungkin, setiap rasa kau cecap sendiri.

Aku tak pandai mengeja rindu. Karena bagiku, rindu adalah terjemah cinta. Kagum. Sayang. Yang terrangkai begitu saja tanpa kata. Mungkin juga tak memerlukan beragam eja.

Terkadang ia meluap. Mungkin juga menyurut. Tapi tak pernah sedikitpun padam.

Terkadang ia badai. Kadang pula angin sepoi. Tapi tak pernah ia kerontang.

Katakan padaku bagaimana rindu harus mendapat tempat. Pada gejolak jiwa ringkih yang acap mencari sandar. Pada langkah kaki yang kerap mencari pijak. Pada kemelut jiwa, yang seringkali terjebak taufan.

Adakah yang bisa kita lakukan
Untuk menyampaikan rindu
Di saat doa tak lagi mampu
Menjadi obat yang ampuh?

Yaa Allah, jaga ayahku selalu..

***

Wed, 21th Sept 2016, 7:15 pm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s