Sampah

29686621-Paper-ball-Crumpled-sheet-of-print-text-script-writing-paper-isolated-A-screwed-up-piece-of-paper-in-Stock-Photo

Menyebalkan adalah ketika kamu bisa berbuat sesuatu, dan kenyataannya kamu diam.

Dan ketika kamu bisa melawan, namun kamu dipaksa diam.

Dan di saat kamu bisa membusung dada, tetapi kamu bungkam.

Dan sewaktu kamu bisa berbuat lebih, tapi pada akhirnya kamu hanya berdiri di titik ini, sendiri.

Yang lebih menyakitkan adalah ketika kamu mencoba berteriak tetapi tak satupun dapat mendengar. Mencoba menulis tetapi tak satupun bisa membacanya.

Sejatinya memang tak ada yang pernah bisa paham.

Advertisements

Dalam Kesulitan & Kesempitan

Jika kamu ditimpa kesulitan dan terhimpit dalam kepayahan,
tetapi semua itu dimaksudkan
untuk menebus dosa dan maksiatmu di masa silam
Apakah kamu akan ikhlas berkata,
“Ya Allah, aku ridho dengan ini semua”?

Allah Al Birr.. Ia Mahabaik.
Segala kejadian hanyalah PASTI untuk kebaikan.
Jadi, apa lagi yang engkau keluhkan?

‪#‎dialogjiwa‬

***

ocean splash
Taushiyah di bawah ini aslinya berbentuk video. Yap, saya menontonnya di Youtube. Tadinya saya post di status fb saya. Tapi daripada hilang, saya tuliskan saja di sini.

Sudah lama tak mendengar nasihat dari Aa Gym yang saya selalu hayati. Alhamdulillah. Isinya sederhana dan selalu menyentuh. Mungkin karena menampar sisi dasar manusia, fithrah-fithrah yang tercemar dosa. Mungkin juga karena kekuatan kedekatan penyampainya dengan Yang Maha Membolak-balikkan Hati, sehingga para pemirsanya tergerak, terhidayahi.

Barakallahu fik, Aa. Semoga Allah karuniakan akhir kehidupan yang baik, husnul khatimah. Aamiin.

***

Dalam kepahitan, pertama, sadari bahwa tidak ada yg bisa mendapatkan bala, tidak bisa mendapatkan manfaat, kecuali atas seijin Allah.
Tidak ada keburukan terjadi, kecuali biidznillah, sepengetahuan Allah. Semuanya milik Allah, termasuk diri ini mau diapakan saja oleh Pemiliknya. Termasuk hilang dompet, hilang uang, batal menikah.. jika kita bersikap dengan benar, kita bisa naik derajatnya.

Subhaanaka. mahasuci Engkau.
Kunci kedua adalah husnuzhon kepada Allah. Mahasuci Allah dari kesempurnaan apapun yang terbayang oleh kita. Allah Al Barr, Allah Mahabaik. Semua ketentuan Allah, keputusan Allah, perbuatan Allah, pasti mengandung kebaikan. Allah maha Adil, berarti semua sudah presisi, terukur. Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kesanggupannya. Dalam perintah2, dalam aturan2, semua adil sesuai porsinya. Allah tahu ujian seseorang, pasti (ujian tsb) sempurna untuknya.”

Kepahitan tergantung dari seberapa yakinnya kita kepada Allah. Kalau kita buruk sangka, pahit. Kalau kita tau dan yakin janji Allah, akan terasa manis.
Boleh jadi engkau tidak suka, padahal menurut Allah itu baik untukmu. Boleh jadi engkau suka, padahal menurut Allah itu buruk untukmu. Makanya jangan sok tau.

ini adalah Hilm, kesabaran. kalau Ilmu diperoleh dengan kesabaran, kalau Hilm diperoleh dengan mujahadah, latihan terus-menerus. Jatuh-bangun dulu. Karena kematangan seseorang, bukan karena usia, tapi dari pengalaman jatuh-bangunnya yang mematangkan.

 

Ketiga. Inni kuntu minazhzholimin. Pengakuan.
kebaikan apapun yang datang, apapun bentuknya, itu pasti dari Allah. Keburukan yang hadir, pasti dari diri sendiri. Disinilah jelajah pengakuan ini Allah sukai. Jadi dosa itu bisa mengundang cinta Allah, jika kita mengaku dengan jujur, lalu mohon ampun.

nanti kita akan teruus menangis. Bukan soal ujiannya. Tapi menangisi penyebab masalah.

Jangan banyak reaksi pada pukulan pertama. Karena sabar itu yang disorot pada reaksi pertama. Orang yang tak sabar akan mengumumkan ujiannya pada setiap orang. Jangan sembarang nulis. Jangan langsung bales. Kalau mau bales, tulis aja di note, jangan di-send. Tahan. Sabar itu adalah tetap menahan diri dalam track yang Allah sukai. Kalau nafsu, ingin cepat. Ujungnya dalam penyesalan.

Periiiih…
Jangan dulu ngomong ke siapa2. Lebih baik wudhu, sholat.
Tapi gimana saya ga khusyuk sholatnya..
Tetap sholat, itu lebih baik daripada tidak sholat. Allah lihat kita ambil wudhu. Daripada bentur2 tembok, meluk guling, ga ada sunnahnya.. mending bentur2 sujud.

Allah saksikan getirnya, perihnya, Allah tau persis, karena bikinan Dia. Kita juga gak tahu gimana caranya bisa tertekan begini.

Ambil wudhu. Sholat saja.
Allah juga tau dalam sholat pikiran kita kemana-mana. Mikirin masalah. Tapi sudah lebih baik dibanding tanpa sholat, karena ada perintahnya : Wasta’inu bish shobri, wa sholaat. Coba, nanti rasakan nikmatnya sujud, nikmatnya minta ke Allah, karena ga dirasakan, kecuali setelah Allah simpankan kepahitan.

Habis sholat, istighfar. Ingat kezaliman ke orangtua, keluarga, orang, ke Allah, ke Rasul.. Periih hati kita. Menangisi masalah dengan menangisi dosa penyebab masalah, beda. Menangisi masalah makin nangis makin susah. Menangisi dosa, makin nangis makin lega. Memang begitulah Allah yang membuat sempit dan leganya hati. Dialah yang menurunkan sakinah di hati orang yang beriman.

maka, kalau ada masalah jangan dulu kemana-mana. Karena Allah bersamamu, dimanapun engkau berada.
Sholatlah seperti membuka brankas, persis angka-angkanya.
Masuk dengan Takbir, lalu al Fatihah, rasakan sepenuh hati… terus rukuk… duduk antara 2 sujud, sampai salam.
Siapa yang paling apik menjaganya, janji Allah, Allah akan berikan jalan keluar. Silakan periksa sholatnya masing-masing. Lakukan sholat seperti membuka brankas, pastikan kuncinya pas.

(Aa Gym)

gambar dari http://www.joeboylephotography.com/hawaii-photos/photo/hawaii-ocean-wave-splashing-on-rock/277
sumber dari : https://www.youtube.com/watch?v=7aR2YBEKcKg

Mengejar Barakah, Mengeja Cinta-Nya

Mengejar Barakah, Mengeja Cinta-Nya

daisy

 

“…Kamu sudah menjadi istri yang sabar. Tetapi barangkali perlu menguatkan ketabahan.”

* * *

Ada jenak hati tercenung ketika tatap mata mentafakkuri untaian nasihat, “menikah bukan untuk bahagia”. Adakah kita mengharapkan duka sewaktu menggenap bersama pasangan jiwa?

Perjalanan bersamamu sejatinya membukakan diri kita; apakah kebaikan yang tampak, ataukah keburukan yang kian terungkap. Amarah, kekesalan, sakit hati, luapan gembira, ekspresi ceria… apa saja. Dan di setiap diorama dunia, kita ditempa untuk menunjukkan adegan yang sebaik-baiknya. Maka pikiran, perasaan, setiap kata demi kata dalam kalimat, dan gerak-gerik tubuh kita perlu mensinkronisasi itu semua, dalam segala setting yang dirancang sesuka-suka Sang Sutradara.

Bersama langkah-langkah kerdil kaki kita, tapaknya kerap terpeleset, terjatuh terjerembab, mungkin pula terperosok dalam gelap. Jiwa kita yang letih mengoyakkan luka memerah. Dan mungkin menanah parah saat hujan mengguyurkan badai, tak sekali-dua, namun berkali musim dalam bilangan masa.

Apa yang kita cari sesungguhnya?

Nyatanya bahagia tak selalu bisa bermunculan sekehendak kita. Sebentar, sesekali, dan nyatanya sesuka-suka mereka. Ia ada dalam kerlip lilin yang kita nyalakan di tengah kelam. Dalam hal remeh-temeh yang kita ada-adakan. Dalam syukur yang susah-payah kita pintal bersama dalam bait-bait kehidupan. Berkali pula kita menanti-nanti fajar muncul ketika malam memekat, begitu pekat, menantang hati untuk tetap terjaga kuat.

Apakah kita bahagia?

Perjalanan bersamamu sejatinya memancangkan jiwa kita untuk berlatih dalam setiap adukan rasa. Sesiapa yang telah membiasai diri dengan derita, ia akan paham benar bagaimana cita-rasa bahagia. Sesiapa yang telah membiasai diri dengan lara, ia sungguh akan semakin mengerti bagaimana menginsyafi bahagia. Begitu juga sebaliknya.

Terkadang aku tertawa saja. Untuk berbagai lompatan peristiwa yang muncul tanpa dinyana. Untuk beragam kejadian yang di luar logika. Setelah itu mereka berlalu, berjalan, mengkristal kemudian atau terlupakan. Tak jarang pula menitikkan guyuran deras yang menerjun bebas. Tapi kemudian mereka lewat begitu saja, laksana kelebatan-kelebatan pandangan yang berganti-ganti setiap detiknya.

Sebeginikah?

Untunglah sabar itu ada pada benturan pertama. Meski kurasa, benturan itu rupanya berlapis, seperti benteng yang harus kita tembus dengan berbagai cara. Jika sudah terlewat satu, maka yang lainnya menanti lagi di depan sana. Jika tertembus yang kedua, maka yang ketiga, keempat, hingga bilangan entah, terus berdiri dengan begitu gagah.

Tapi bukankah jiwa kita yang koyak belajar merajut dirinya dengan pintalan lebih kuat, dan semakin menguat? Meski ia mungkin saja berdarah, dada kita terengah-engah, dan berkali-kali habis sudah perbekalan yang tersedia, ada tangguh membiasa dalam alir darah kita. Meski godaan untuk berhenti dan menyerah terus menyergap, segala kecemasan dan rasa khawatir jua terus membekap, namun segala janji-Nya mematahkan perih-jerih nan memayah. Menantang keyakinan untuk terus memendarkan cahaya, menerabas berbagai kendala. Wahai, Yang Menjadi Tempat Bergantung segala lemah, bukankah pagi yang hangat akan pasti hadir setelah malam dingin-Mu berrotasi dan bergulir di semesta?

Membersamaimu, memaksa jiwaku memaknai susunan abjad bertajuk ‘barakah’. Bukan bahagia yang kita kejar sepenuh jiwa di kefanaan ini. Karena ia memanglah fana, sebagaimana kesedihan juga sementara. Dan barakah bersama-Nya adalah cinta tak terganti, ketenangan yang lebih hakiki. Mungkin saja Ia memeras sabarku sejadi-jadinya, menagih tabahku sebenar-benarnya. Karena bisikmu, di depan sana bisa jadi akan terbentang ujian yang lebih hebat. Yang lebih memayahkan. Yang lebih meletihkan.

Maka, duhai jiwaku dan jiwamu, demi kasih-sayang-Nya, kuatlah.. kuatlah. Karena yang engkau kejar adalah sebenar-benar Cinta, sebenar-benar kelegaan, dalam berlipat-lipat kebaikan. Dan ia, tak mesti mewujud dalam bahagia, tetapi barakah : untaian kebaikan yang tak henti, melampaui dunia, berkekalan di surga.

Ahad 14.03.2016, 00:15 wib
pic from https://www.pinterest.com/pin/423479171181244108/

Menstruasi Berkepanjangan


Apakah di antara Anda ada yang pernah mengalami haid atau menstruasi berkepanjangan?

Masa haid normalnya berkisar antara 5-8 hari, namun ini tergantung pada siklus menstruasi masing-masing orang. Saya sendiri termasuk yang cukup lama, baru benar-benar bersih hingga 9 hari. Rasanya rugi sekali saat Ramadhan tiba, ketika saya harus bolong puasa 9 hingga 10 hari. Maasyaa Allah, saat mengganti/qadha puasa setelah Ramadhan selesai itu seperti tak selesai-selesai saking banyaknya. Tapi rupanya ada juga yang siklus menstruasinya mencapai 15 hari. Qadarullah, insya Allah ada kebaikan dalam setiap kehendak Allah 🙂

Saya mengalami haid berkepanjangan atau muncul flek di luar haid sejak masa gadis.  Pernah saya periksakan pada dokter kandungan, namun sang dokter tidak dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada organ vital tersebab saya belum menikah. Diagnosa pun sebatas perkiraan bahwa yang terjadi dikarenakan pengaruh hormon.

Dua bulan terakhir haid saya rupanya muncul 2x dalam sebulan. Yang pertama benar-benar haid, namun yang kedua ini meragukan. Jedanya semenjak suci hanya 5 hari saja dan munculnya di luar kebiasaan. Selain itu saya juga merasakan nyeri di perut bagian bawah yang persis sekali nyeri saat haid. Tapi kali ini karakter darahnya merah dan segar, tidak seperti darah haid yang amis dan kehitaman. Dengan karakter seperti itu, maka saya memutuskan untuk tetap shalat, karena saya yakin ia adalah darah istihadhah (darah penyakit). Alhamdulillah keputusan saya tidak keliru, karena setelah saya berkonsultasi dengan Dr. Valleria, Spog, beliau membenarkan bahwa itu adalah darah istihadhah. Meski demikian beliau menyarankan agar saya memeriksakan diri ke dokter kandungan, karena hal tersebut tergolong abnormal. Diagnosanya hanya bisa tegak setelah ada pemeriksaan langsung. Dan waktu pemeriksaan pun sebaiknya dilakukan saat darah masih keluar, ujar beliau.

Selang bersih 2 hari, rupanya darah keluar lagi seperti semula dengan volume sedang. Kali ini saya mengejar jadwal dokter supaya dapat memperoleh kepastian diagnosa. Maka berangkatlah saya diantar suami tercinta ke dr. Andi Fathimah, spog, di RS Aulia Jagakarsa. Dokter kandungan yang ternyata seangkatan dengan Dr. Valleria ini adalah dokter yang mendampingi selama proses kehamilan anak ke-2 saya. Sosoknya yang keibuan, lembut dan mau menjelaskan dengan sabar membuat saya dan suami nyaman saat berkonsultasi dengan beliau.

Namun tak ayal, berbagai pikiran berkecamuk dan rasa cemas tak juga terhindarkan, khawatir terdapat penyakit yang parah semisal kista, kanker rahim, dsb.. na’udzubillaah. Meski begitu suami menenangkan saya bahwa yang saya alami besar kemungkinan hanyalah pengaruh hormon. Rupanya ia sempat membaca beberapa sumber di internet yang menyebutkan beberapa kemungkinan dari abnormal bleeding ini.

Sampai di rumah sakit sayapun menjalani serangkaian pemeriksaan, yakni periksa dalam (VT/Vaginal Toucher) dan USG. Alhamdulillah rahim saya bersih dan tidak ditemukan kelainan yang mengkhawatirkan. Hanya saja dinding rahim saya rupanya cukup tebal/mengalami penebalan (hiperplasia). Jika dalam keadaan tidak haid ketebalan normal dinding rahim adalah sekitar 3 mm saja, dinding rahim saya saat itu mencapai 10 mm. Dr. Fathimah mengatakan bahwa penebalan dinding rahim ini terjadi karena faktor ketidakseimbangan hormonal, ketika peningkatan hormon estrogen tak diimbangi oleh peningkatan progesteron. Faktor penyebab lain bisa karena di picu oleh Ada gangguan kesehatan, seperti mengidap diabetes, obesitas, atau gangguan yang mempengaruhi kelenjar pituitary (kelenjar di otak yang mempengaruhi hormon), pemakaian obat-obatan yang mengandung estrogen dan progesterone, stres yang berat dan berkesinambungan.

Dengan kondisi seperti ini wajar saja saya mengalami pendarahan, karena dinding rahim yang tebal ini memang akan meluruh dengan sendirinya di bawah pengaruh hormon estrogen dan progesteron. 
Hiperplasia sendiri memiliki beberapa level, yaitu :
  1. Simplek. Penderita dengan kondisi ini tak perlu cemas berlebihan karena Hiperplasia simplek tergolong ringan dan takkan berakhir dengan keganasan sehingga penderita tetap masih bisa hamil.
  2. Kistik. Seperti halnya simplek, kasus ini tak berbahaya.
  3. Atipik. Kondisi yang satu ini mesti diwaspadai. Atipik cenderung merupakan cikal bakal kanker.
Sementara itu, pengobatan yang bisa ditempuh pasien adalah :
  • Tindakan kuratase selain untuk menegakkan diagnosa sekaligus sebagai terapi untuk menghentikan perdarahan.
  • Terapi hormon untuk menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh. Namun perlu diketahui kemungkinan efek samping yang bisa terjadi, di antaranya mual, muntah, pusing, dan lainnya. Rata-rata setelah menjalani terapi hormonal sekitar 3-4 bulan, gangguan penebalan dinding rahim sudah bisa diatasi. Jika pengobatan hormonal yang dijalani tak juga menghasilkan perbaikan, terapi akan dilanjutkan dengan obat lain.
Karena rahim saya bersih dan tidak memerlukan tindakan kuretase, maka dr. Fathimah hanya memberikan obat penormal hormon dengan dosis tertentu.

Dr. Fathimah juga menyatakan bahwa hiperplasia ini tidak perlu dikhawatirkan, namun tetap saja dapat menjadi berbahaya di kemudian hari, karena ia berpotensi menjadi kanker rahim. Tetapi, seolah menenangkan saya, dokter Fathimah buru-buru berujar bahwa kanker rahim biasanya terjadi di usia mendekati 50 tahun. Mudah-mudahan saya bisa terus menjaga kesehatan organ kewanitaan sehingga tak perlu mengidap penyakit yang parah. Dan untuk Anda, jika mengalami menstruasi berkepanjangan, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan tentu saja treatment yang tepat.