Bergerak Meninggi

Ada kesejatian yang menggantikan luapan gairah cinta, dan rasanya itu lebih kekal. Bukan lagi sekedar ‘passionate love’, dimana kedekatan fisik mengalirkan endorfin yang meluap-didih dalam letup-letupnya, tapi cinta beranjak ke tempat yang lebih tinggi, dengan cita rasa memalung, juga mengakar.
Maka ketika sumbunya menerang nyala, romantisme mungkin menjelma bumbu pelengkap kemudian. Sudah kautemukan perasaan cinta yang bergetar lain dalam senyap kekaguman, dalam rembes kesyukuran, dalam kukuh keterikatan. Ia muncul di saat-saat genting juga lapang, ketika hal sepele maupun mahaberat menghinggap sesuka-suka mereka. Di kepalanya berkelindan rencana untuk terus bertahan. Di tangannya berurat pekerjaan untuk diselesaikan. Dan di hatinya ada tekad bergurat-gurat untuk mewujudkan jutaan impian.
Dan kita mungkin tidak melulu sempat berbincang sembari mendekatkan raga, mengistirahatkan jiwa. Waktu beranjak cepat, dinamis penuh tantangan dikejar zaman. Tapi disitulah cintamu dipasung bangunan agung bernama iman dan kepercayaan. Meski terkadang terbawa duga yang dirajut manis para durjana, engkau akan paham ketika ia pulang dalam kerut lelah yang membadainya seharian. Pun begitu, masih cukup tenaganya untuk terbangun malam-malam; sekedar menghangatkan susu atau turut menenangkan tangisan.
Benar. Cinta bergerak dari romantika menuju komitmen yang kuat. Dan kuatnya komitmen teruji dari pengorbanan keseharian, dalam perbuatan yang hanya perlu dilakukan.
Disitulah kita semakin memaknai kesejatian cinta dalam bakti dan amal, bukan lagi fase mengurai kata semata. Karena jika engkau mengaku cinta, maka pekerjaanmu selanjutnya adalah memberi sebanyak-banyaknya.
Rabu, 02.11.2011 – 13:08 wib.
~untukmu, yang slalu sigap menafkahi kami, menggendong, menggantikan popok dan memandikan putri kita : terima kasih telah menjadi suami & ayah yang kami banggakan…
Selamatkan ia, yaa Alloh.. Aku telah menyaksikan.
Advertisements

4 thoughts on “Bergerak Meninggi

  1. salaam Bund…, subhanaLlah, ungkapan rasa cinta yang sangat manis, apakah dirimu memang berbakat nyastra?

    hehehe maaf yo, dari kemaren lusa mau kunjungan balik, tapi sinyal benar2 menghambat rencana 🙂 , halaah malah nyalahin sinyal ya, ALlah belum ijin sebenarnya.

  2. salam, mba..
    wuah dikunjungi superbundaaa..jd maluu hehe.
    ga bakat mbaa, cuma iseng2 aja kok hehe. salam ukhuwah ya mba, hope can learn many things from u 😉 mohon sy diterima jadi muridnyah..hihi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s