Harapan vs Realita

Satu tahun.
Apa yang membuat orang bertahan hidup? Atau kembali memaknai harinya, atau bangkit setelah jatuh, atau setidaknya berpikir, ‘i still have tomorrow’?
Harapan, katanya.
Tapi yang lain bilang, ‘Manusia kecewa karena memiliki keinginan. Maka berhentilah menginginkan sesuatu jika kau tak ingin kecewa.”
Rumit. Kehidupan nyatanya tak sesederhana “berkeinginan, berpengharapan, tidak berkeinginan, tidak berpengharapan, …”
Dan aku punya sejuta ingin.
Tapi realita membenturku dan seolah bilang, “tidak mungkin.”
Hmmm…. 
Sudah satu tahun. Sudah seperti apa jembatan yang kubangun?
12.02.2012, 0:27 wib.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s