Panggil Kami

Panggil kami

Dalam deru nafas suci

Dan biarkan lautan pinta berputar

Dalam syahdu yang terdengar

Panggil kami

Dalam gebu rindu yang tersulam

Di tengadah dan dongak kepapaan

Siang-malam memahat jurang

Tertawan dosa berjuta bergelinjang

Panggillah kami

Dengan selautan kecintaan

Dengan semesta belas-kasihan

Karena kami yakin dan paham

Kemurkaan telak kalah oleh ketakterhinggaan sayang

Di belantara memabukkan

Di persinggahan kefanaan

Kami mengacung keberanian

Adakah kehinaan kami pantas mendapat giliran? šŸ˜„

~Labbaik, Allaahumma labbaik! T.T

Awal Dzulhijjah, 07.11.2010, 12:51

note for my husband: kita harus berangkat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s