Dunia Kami

. . . . . . . . . .
. . . . . . . . . .�
Jarum jam berdetik
Dan kami berceloteh
Tentang dunia kami :�
Perasaan kami, wajah fisik kami, apapun tentang hati kami.
Dan kalian tahu?
Pada akhirnya kami, atau mungkin aku, kemudian bertanya:
Mengapa, Tuhan?
Kami tidak bisa!
Tapi Tuhan tersenyum
Menyaksikan polah kanak-kanak kami.
Barangkali Ia bergumam,
Hamba-hamba-Ku ini… lucu-lucu tingkahnya.
Sudah dibilang mereka takkan diberi ujian�tanpa disertai kekuatan
tapi tetap saja bertanya, “mengapa, Tuhan?”
Dan kami masih juga bercakap-cakap malam ini
tentang teman-teman kami, wajah keriput-kulit mengendur, krim apa yang bisa dipakai, totok untuk mengencangkan, “dia”, atau “dia”, atau “mereka”…
Ahhh…
Dunia kami.
Walau remeh bicara kami, Tuhan…
Tapi mungkin tak sepele permintaan kami.
Kami hanya minta Engkau menjaga,�
sebagaimana Engkau teguhkan Yusuf ‘alaihissalaam dari dosa
karena susah nian kami merasa,�
di dunia kami yang apa adanya,
di diri kami yang belum sempurna,
Pasti Engkau mendengar, bukan?
Yaa Muqollibal Quluub, tsabbit quluubuna ‘aladdiinik.
Yaa Mushorrifal Quluub, shorrif quluubuna ‘alaththoo’atik.
Allahumma arifni nafsii…
Ahad, 4.10.2009, 00:39 am.
special thx to Anibani: kembalikan jam biologisku! hehe…