Senyap, Sunyi



“Inda tau, begitu banyak orang yang mendoakan Inda di luar sana?”
(Seorang sahabat, July 2007*)

Bismillah.

Purnama merangkak naik memendarkan pelita.
Masih juga melewati beberapa putaran,
Namun lelah berulang kali memberontakkan kesahnya.

Sendiri ia, seperti jua purnama.
Menunggu rekah fajar yang tak jua tiba.
Beruntung purnama, bergilir mentari ia menerangi bumi lainnya.
Sementara sunyi acap mendominasi disini
dan sahut demi sahut resah senantiasa menggelepar perih.

Jika
Sendiri menjadi prasyarat tanpa tolak ataupun pinta
Dan hening merapat dalam jengah yang kian parah
Bagaimana bisa
Mengendalikan gelepar jiwa yang tak sabar entah menunggu apa

Karena senantiasa
Selaksa rindu memecah keheningan jiwa,
Dan penawar perihnya hanyalah bersua.
Namun jika deras hujan harus mengenyahkan putihnya awan,
Maka biarkan saja bumi nantikan hadirnya pelangi di kesudahan,

Suatu ketika.

Thursday 30.08.07,7:40pm
*jika hiburmu mampu membentuk segaris senyum,
kurasa, kan slalu kunantikan kabar itu mengalun…


“… Till now I always got by on my own
I never really cared until I met you…”

(Alone – Heart)

gbr dari carlcj.tripod.com/spirals/

Advertisements

6 thoughts on “Senyap, Sunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s