Crita2 dari Nias

bismillah…
hi, all! aku baik2 ajah 😀 (sapa jg yang nanya, ndra…)
hehe. aku excited bgt nih bisa ngeblog di nias. kirain bakalan terasing selama 3 minggu. taunya ada kesempatan jg. buat yang belum tau ada apa, critanya LSM tempatku bekerja lagi ada proyek bareng NGO luar, namanya Save the Children (SC) untuk mentraining guru-guru di Nias. nah, ni dia oleh2 critanya. sok, yg pada kangen sama aku, huehehehehe..mudah2an ini bisa jadi pengobat rindu yah ^_^
selamat menyimak!

Medan, 30 Juni 2007
Setelah lumayan lama wait 4 mba dien di bandara Jakarta, akhirnya berangkat juga kita ke medan. Di Polonia, kami dijemput oleh driver berperawakan ‘batak bangettt’, trus diantar ke hotel Tiara. Lumayan juga, satu orang tidur di satu kamar besar dengan fasilitas double bed, kulkas, tivi, ac dll. Top lah pokonyah… n_n

Malamnya, kami jalan2 ke daerah pecinan, berharap bisa icip-icip makanan khas sana. Tapi namanya juga daerah pecinan, yang dijual disana meragukan gitu deh. Ujung-ujungnya kami dinner di rumah makan padang juga… hiyyahhh…

Btw, medan tuh lumayan asri ya .

Masih di Medan, 1 Juli 2007
Miskoordinasi nih antara pihak SC di Nias dan Medan. Rencana berangkat ke Nias pagi2 terpaksa delayed deh. Jadilah kami bolak-balik check in ke hotel Tiara, nyaris 3 x dalam sehari! Dah kayak minum obat ajah…
Yang paling kasian itu drivernya sebenarnya. Si Abang yang biasa dijuluki Bear ini (karena dia agak-agak gembul seperti beruang) cukup panik karena di satu sisi dia harus melayani kami dengan baik, sementara dia juga gak tahu-menahu tentang tiket pesawat ke Nias. Ya iyalah, soalnya kita udah rapi jali nungguin dia sejak jam 6 pagi, dan nyatanya baru jam 11 kita berangkat ke bandara Polonia. Tapi gapapa juga sih, selama waktu itu kami jadi bisa mempersiapkan manual tuk training disana.
Duh Bang Bear, semoga dedikasimu dihargai oleh SC ya…

Nias, 1 Juli 2007
Dari atas pesawat yang membawa kami ke Nias, terpampang laut biru yang membentang sepanjang mata memandang. Aku berteriak senang (dalam hati. Kalo ga, bisa dipelototin penumpang 1 pesawat!) dan segera memikirkan rencana main-main disana.

Tano Niha, we are comiiing!

***

Sampai di kantor SC Nias pukul 4 sore, Mba P, supervisor kegiatan kami, menyambut dengan wajah penuh rasa bersalah. Bagaimanapun dia gak enak hati karena melayani tamunya dengan tidak maksimal. Tapi tak apalah… banyak hikmahnya juga kok.

Setelah sholat zhuhur dan asar, aku dan Fa, rekanku, segera berangkat ke daerah Teluk Dalam, wilayah Nias Selatan. Pamitan deh sama Mba Dien dan Mira, karena mereka akan terjun ke daerah utara. Harus cepat-cepat! Karena perjalanan kesana makan waktu 3 jam dan jalanannya gelap gulita. Bukan apa-apa. Kata Bang Dodi, driver kami, suka ada orang mabuk atau perampok di tengah jalan! Dan mereka gak segan2 tuk motong kepala! Hiyyy…

***
Di dalam mobil yang dikemudikan dengan kecepatan maksimal oleh Bang Dodi (sumpeh lo bang, gw sampe kejeduk-jeduk didalam sini!), aku dan Fa kelaperan. Mana jalannya penuh kelokan tajam gitu lagi. Bayangin aja, waktu di Medan, kami cuma ngisi perut dengan sarapan aja dan gak sempat makan siang. Sampai di Nias sudah harus berangkat lagi ke Teluk Dalam. Akhirnya aku minta ke Ade, field programmer sekaligus tour guide kami, tuk beli popmie dan makan di dalam mobil. Singgah sebentar deh ke warung, lalu beli popmie dan berhasil gendong-peluk-cium-foto anak kecil yang menggemaskan… wuuhh…

Kami jalan lagi dan hari sudah gelap.
Let’s see ke sisi kiri mobil kita. Purnama di atas samudra!
Waaawwww…..bagus banggettt!
Kalian tau gak sih, itu bulan bener2 bulat sempurna, putih terang, trus dia ada di atas laut gitu dan cahayanya memendar di atas air! Keren abis deh!
Sayang banget kami gak pegang kamera waktu itu… jadilah aku dan Fa cuma bisa berdecak melihat fenomena tersebut. Sementara aku dan Fa berkali-kali mengeluarkan komen2 kekaguman, selama itu pula Bang Dodi dan Ade tertawa melihat kenorakan kami… -_-‘

Biarin ah. Di jakarta kan gak ada yang beginian.
Kalau kalian ngeliat sendiri, pasti kalian akan sama noraknya dengan kami. Wek 😛

Ohya! Btw, kami sempat dicegat orang mabuk di tengah jalan. Dalam situasi menegangkan itu, Bang Dodi keep cool aja. Lalu mobil berjalan perlahan meninggalkan pemabuk tadi. Wahh.. alhamdulillah kita gak diapa-apain…

Di Teluk Dalam…
Kami bermalam di losmen Keyhole yang berhadapan langsung ke laut.
Walau sederhana, tapi aku bersyukur bisa tidur dalam kamar yang nyaman. Ada 2 bed, kamar mandi, juga kipas angin (karena aku ga bisa tidur kalo kepanasan).

Well… servicenya juga menyenangkan.

Senin, 2 Juli 2007, Hari pertama training di Teluk Dalam

Ada sedikit kekhawatiran mengingat penduduk sini kebanyakan beragama nasrani. Tapi aku meyakinkan diri. Pede ajalah. Toh aku ga bawa nilai2 yang bertentangan atau menyinggung agama mereka. Pun, aku kesini bukan untuk niat yang macam-macam.

Dan benar, sodara2!
Mereka welcome2 aja tuh. Yang aku kagumi, mereka semangat sekali. Bahkan, ibu Suci, peserta dengan usia tertua (64 tahun), jauh lebih semangat ketimbang peserta lain yang masih relatif muda.

Selasa, 3 Juli 2007, hari kedua training di Teluk Dalam.

Waks…aku jatoh dari tong sampah!!!

(to be continued)