Saya datang… :)

Bismillah…

Saya datang, dunia…
Alhamdulillah, saya masih hidup dan diberi kesempatan untuk mencorat-coret kembali blog ini. Buat yang pada kangen sama saya, tenang… saya baik-baik saja selama ini 😀 Buktinya kemarin-kemarin saya masih njenguk blog saya (tanpa mengisinya), berkunjung ke beberapa blog lain, dan bahkan berkomunikasi di YM dengan sesama blogger. Bukan begitu, Alfie, Mba Diana, Awan Eko, K’Aan, Trian, Mas Aka, Agah dll? 🙂

Saya bukannya tidak menulis selama ini.
Beberapa coretan usai dilakukan, tapi begitu emosinya hilang atau waktu penulisan dan posting memakan jeda yang lama, perasaan ‘itu’ jadi berkembang.
Entahlah…
Saya pikir saya sedang merasa… insecure. Tidak nyaman rasanya begitu tahu bahwa “saya diperhatikan” (sapa juga yang merhatiin elu, ndra?).
Walau itu memang konsekuensi logis dari menulis di blog dimana amat sangat mungkin diperhatikan oleh ratusan juta penduduk dunia, entah mengapa, akhir-akhir ini saya merasa tidak nyaman ‘membuka diri’ dengan menulis disini.
Lepas dari kegeeran ataupun beneran, pokoknya saya merasa gak nyaman aja.

Bystander effects?
Mungkin.
(hayoo…ada yang tau gak, arti bystander effects?).
Bystander effect adalah efek yang ditimbulkan oleh kehadiran orang lain ketika kita sedang melakukan sesuatu (definisi simple-nya gitu. Tapi kalau salah, tolong diluruskan ya).
Buat yang masih ga mudeng, coba ingat-ingat masa-masa sekolah waktu kecil dulu.
Ketika kita ditugaskan guru untuk menggambar sst, kadang kita menutupi kertas gambar kita ketika bu guru datang menghampiri. Gak enak aja ngegambar sambil diliatin bu guru.
Atau bisa juga, kita jadi semakin bersemangat menggambar dan bahkan menunjukkan gambar yang kita buat kepada bu guru.
Itttu, yang namanya bystander effect. Clear enough?

Tapi sebenarnya saya juga gak tau ini gejala apa.
Malas?
Enggak. Ini lebih dari sekedar malas.

Jadi keingetan kalimatnya si sodari yang satu itu, dulu : “Aku pengen numpahin semuanya dengan menulis, tapi aku gak pengen semua orang tahu. Tapi aku juga pengen dunia tahu…”.
Waktu itu aku menanggapinya dengan alis terangkat dan komentar singkat :
“Maksudmu, Nuy?!?!?”

Bingung, kan?
Saya aja bingung, apalagi kalian…
Heheh… n_n

Sudahlah.
Intinya, buat yang suka nanya, “blognya gak di-update?”, sudah terjawab yah 
Saya percaya, doa mampu mengikat hati dan ingatan kita yang telah terpaut karena-Nya.

Advertisements