Selesaii! (1)


bismillah…

didokumentasikan untuk menjadi pelajaran dan kenangan di masa depan 🙂

H-7, sabtu 23 Des 06
dag-dig-dug nungguin kabar dari PS (pembimbing skripsi –red) kapan mau ketemuan di rumahnya untuk ngolah data. Dan sms datang…
“Indra, hari ini tampaknya kurang reliabel untuk bertemu. hr ini saya ke pasar minggu, trus ke republika, trus ke beji, lalu ke bla and bla…jadi kita undur pertemuannya ya. nanti saya kabari lagi.”
Waks!
Pak’e… piye iki…
yasud. mudah2an besok bisa.

H-6, hari ahad, 24 Des 06
“Pak… hari ini jadi bertemu? soalnya kan belum analisa dan bikin kesimpulan segala…” *panik*
“Iya.. iya. saya hari ini mau ke walimahan dulu. setelah itu nanti saya kabari lagi ya. Mungkin sore kita ketemunya.”

Ahad siang, masih 24 des 06.
“Pak, jadinya sore ini gimana?”
“Begini, Indra. saya agak kurang baik kondisinya. jadi saya khawatir tidak bisa konsentrasi mengolah data…”
Huaaaaa!
“Insya Allah besok kita bertemu di kampus saja ya,”
“Besok kan natal pak. Kampus bukannya tutup semua?”
“Gampang itu. kan ada satpam. ya kira-kira jam 10an lah.”
“Oke, Pak. semoga cepet sembuh ya.”
Aih… ada aja halangannya >_H-5, senin 25 Des 06, jam 10.30.
15 menit menunggu. kok si bapak belum keliatan ya? padahal aku telat datengnya. beliau sih bilang mungkin akan telat juga. tapi ini udah 45 menit dari jam 10…
mana kampus kaya kuburan mati gini… ga ada siapapun kecuali satpam.
***
aku tertidur di mushola kampus.
HAH! udah jam 12.30! si bapak belum datang!
duuh! *kesel, bingung, sedih, cemas*
aku sms si bapak.
“Posisi Bapak dimana?”
Srrt. Message delivered.
“Baru minta antar anak saya ke kampus,”
Hah? jadi dari tadi baru mau jalan??????

masya allah…
sholat… sholat… biar tenang, ujarku menenangkan diri.
Dan aer di kamar mandi ga ada, sodara2…
gedung2 lain di kampusku juga tutup semua.
terpaksa jalan ke masjid!

sampe masjid…
ternyata belum bersih2 amat. gak jadi sholat deh.
tapi pas di kamar mandi ketemu sama ibu-ibu mencurigakan.
mukanya keliatan pucat sih.
pas kutanya,
“dari Bogor, neng. iya lagi sakit… uhuk… uhuk…”
hmm…
kok firasatku buruk ya.
bergegas kutinggalkan ibu-ibu itu.
bukan apa-apa, aku pernah ketemu sama ibu-ibu yang bilangnya sih nyari sodaranya di UI untuk minta biaya anaknya yang sakit. ujung-ujungnya minta bantuan.
udah banyak modus penipuan kaya gini. gak salah donk kalau aku waspada…

aku keluar masjid segera. dan si ibu tampak mengikutiku, meski agak menjaga jarak.
ah… semoga bukan suuzhon ya Allah…

kembali ke kampus dan akhirnya bertemu si Bapak PS.
dan kami berdua –ditemani putra beliau, jadi ber3- duduk di depan komputer bagian pendidikan.

jam 5 an sore…
sms. dari Bang Z.
“Mau gak sama ikhwan UI ’97?”
Hueeeekkkk!
Astaghfirullah… apa-apaan sih nih!
Pengen ngamuk rasanya!
“Au ah! kamis sidang neh! ni masih ngolah data sama dosen!”
“Berarti kamis abis sidang bisa dipikirin donk?”
“Ogah, ogah, ogaaaahhhh!!! Abang aja sono yang nikah!”
lagian orang lagi pusing malah disodorin isu beginian!


dan kami baru selesai jam 20.30 malam, dari siang!!!

Rasa-rasanya mataku seliwer ngeliat monitor dengan tampilan SPSS… *_*
Orang gila mana yang mau datang ke kampus pas libur2 begini, di saat kampus hanya berisi tukang ojek dan satpam, serta gemerisik daun di hutan, bunyi jangkrik dan hembusan angin nan dingin… sampe jam setengah sembilan malam pula… kecuali aku!
Oh!

Selasa, 26 Des 06
Harusnya hari ini draft siap uji-ku sudah sampai di tangan penguji untuk mereka pelajari sebelum disidangkan. tapi ini belum selesai…
akhirnya aku memberanikan diri melobi pengujiku. kuceritakan bahwa kemarin-kemarin aku harus ambil data ulang, senin baru diolah, dst. alhamdulillah… dimengerti dan diijinkan untuk dikumpulkan besok.
Lalu aku bolak-balik menelepon dan menemui Pak PS untuk konsultasikan analisa data.
“Maaf ya, pak… saya gak ngerti-ngerti gimana baca angka-angka ini…”
Aku baru sadar betapa o’onnya diriku terhadap statistik.. -_-‘
Gak sempat di-drilling juga sama temen2, apalagi belajar…

Rabu, 27 Des 06

Again. Seharusnya hari ini aku harus nyamperin penguji 1 di kantor konsultannya di Menteng. tadinya berencana jam 2-an kesana dari kampus. tapi ini masih berkutat di bab 4 dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 lewat!!!
Kepanikan luar biasa menyelimuti seluruh aliran darahku.
Gimana bisa besok sidang dan H-1 masih sampe bab 4, Indraaaaaaa???
Ya Allah… beri petunjuk, please…
Huhuu… Pengen burn-out… pengen nangis… pengen udahan… 😥

Dalam keadaan panik begini aku seperti tidak bisa berpikir. pikiranku buntu dan benar-benar ga connect.
Kalimat dan angka-angka di bab 4 harus aku cerna baik-baik sampai aku benar-benar mengerti.
padahal kalau dalam kondisi normal mungkin bisa lebih cepat dipahami.
Keberadaan Gaga, teman seangkatan yang kupaksa ngajarin baca data sepertinya tidak memberi kenyamanan selain terbantu untuk menulis apa yang dia katakan.
Abis dia ngajarinnya sambil ngomel gak berenti-berenti sih =(
Yang aku dikatain akhwat bledugh-lah… lemot-lah…
‘Preman’ salafi yang satu ini emang ampun-ampunan dah kalo berhadapan ma aku. Untung masih gua anggap sodara lu, Ga!
si Panpan juga cuma liat-liat dan pergi lagi.
“Udah bisa kan? ya udah sama Gaga aja ya…”
Ah! Gak berubah juga dia!
dan Winna… “Emang kamu udah sampe mana sih, Ndra?”
Huaaa! Winnnnaaa!

Gaga pergi kemudian.
Tentu, setelah mengomel-ngomel dengan gayanya yang khas.
aku masih mencoba menelaah satu-persatu analisaku. C’mon… c’mon… sudah jam 3.

Sms datang. Pak PS!
“Indra, saya tadi dihub penguji 2. katanya draft terakhir kamu belum beliau terima. segera serahkan ya.”
Aaaaaaahhh!!!!
“Pak… maaf saya belum sampai bab 5. saya kesulitan menganalisa. saya pesimis bisa selesai sekarang, walau saya sedang berusaha keras. bisakah ujiannya diundur saja? saya bersyukur sekali kalau bisa…” *tegangan tingkat tinggi*
“Tidak mungkin, Indra. Tidak ada alasan signifikan untuk diundur. cepat serahkan hari ini.”

Kepalaku serasa mau meledak.
Cairan di mataku nyaris tak tertahankan.
Allah… laa hawla walaa quwwata illa billah…

(bersambung)

Advertisements

3 thoughts on “Selesaii! (1)

  1. Saya mahasiswa juga, saya sudah duga kalau orang lagi skripsi pasti seperti itu kesulitannya, terimakasih untuk berbagi pengalamannya. Btw buat ngambil sample di manggarai sendiri ya -kenapa tidak bareng teman?-? Untung tidak jadi korban pelecehan seksual secara langsung seperti dipegang-pegang, diraba-raba, diremas-remas, meskipun pelecehan seksual secara tidak langsungnya sudah terjadi -dari perkataan tidak mengenakkan dari ibu yg ditanyai oleh Indra-.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s