Keep Positive!

Bismillah.

Hmm… Hmm… Hmm..
Semakin kesini rasanya makin mantap aja.
Mau orang ngomong apaan kek…
Yang penting aku sudah cukup tahu bagaimana luar dalamnya.
Teman-teman di komunitas baruku juga tidak pernah menjelekkan mereka yang kebanyakan bicara. Malah mereka memikirkan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang kupikirkan.

Kalau aku diejek, yang ada mungkin aku akan diam sambil berpikir untuk menjauhi orang tersebut. Atau bisa juga membalas dengan kata-kata yang tak enak diucapkan.
Atau gak mau deket-deket lagi dan berpikiran bahwa orang itu tidaklah menyenangkan.
Pokoknya negatif… tif… tif…

Tapi mereka tidak.
Mereka cuma tersenyum, karena mereka tahu apa yang orang lain katakan tidak sepenuhnya benar. Atau malah salah besar sama sekali.
Enggak. Gak ngejauhin sama sekali. Boro-boro ngebales deh.
Tapi yang ini tetap positif. Bener-bener teteuppp positif.

Sikap positif itu, yang aku banyak pelajari dari mereka.
Seperti juga yang Reza M. Syarief katakan, yang terpenting adalah attitude, bagaimana sikap kita terhadap sesuatu.
Terlalu banyak hal-hal sepele yang mengganggu perjalanan hidup kita.
Padahal mau senang atau susah, kita sendiri yang menjalani, bukan orang lain.
Orang lain cuma penonton.
Sebagaimana layaknya penonton, mereka mungkin cuma bisa ngomong.
Dan sampai disitulah kompetensi mereka : komentator semata.

Kadang aku heran juga.
Orang-orang yang kulihat pendidikannya tinggi, punya pemikiran besar tentang dunia, punya idealisme, tapi ketika dihadapkan pada suatu hal yang mereka tidak suka, penglihatannya menjadi kacamata kuda.
Luruuuuusss… kagak pake nengok-nengok.
Harus A.
Gak boleh A pake titik, A aksen, A koma, apalagi B, C, D sampe Z.

Kemane aje selama ini, Bang?
Lo kira dunia sebesar daon doank? 😛

Pengen ketawa jadinya ^_^
Kenapa bisa begitu ya?
So what gitu loh kalo gue beda?

Aku jadi merasa beruntung kuliah di psikologi.
Doktrin pertama yang aku dapet dari dosen-dosen saat kuliah adalah tentang individual differences, keunikan individu (sebenarnya mas Budi, salah satu dosenku, agak keberatan dengan kata ‘doktrin’). Gak ada individu yang sama, meski kembar identik sekalipun. Paradigma yang lumayan mengubah sikapku selama ini. Di satu sisi, jadi agak lebih moderat menerima perbedaan. Tapi di sisi lain jadi terlalu mengalah pada pemikiran-pemikiran yang seharusnya dicounter.
Yah… gak separah itu juga sih. Maksudnya jadi lebih nerima aja.
Argumen tetap ada juga. Tapi gak perlu maksa-maksa orang supaya sama seperti kita tho?
Selama patokannya udah jelas (Qur’an – Sunnah, misalnya), ya tinggal dibalikin aja kesana. Tapi untuk dua sumber inipun manusia masih diberi kebebasan untuk berijtihad bukan? Wuhhh, Allah aja segitu moderatnya sama kita…

Apapun itulah.
Asal bisa dipertanggungjawabkan dan ditanggung konsekuensinya aja.
Aku rasa gak perlu gondok sama orang lain yang sudah memilih pilihannya sendiri dengan penuh kesadaran. Dia yang milih kenapa jadi kita yang repot sih?
Toh, mengutip kata-kata seorang Adi Onggo, takdir itu seharusnya kita tentukan sendiri.
Mencela atau ngomongin di belakang kayaknya juga gak akan menambah kebaikan.

Ya udahlah.
Biarin aja orang lain mo melakukan ini-itu yang mereka anggap baik, walau dalam kacamata kuda kita itu gak benar sama sekali.
Sekali lagi, (ampe bosen dah gua), asal bisa nanggung konsekuensi dari keputusannya sendiri aja.
Selesai perkara, kan?

Btw, yuk beli kacamata baru 😉

Advertisements

3 thoughts on “Keep Positive!

  1. Ass.wr.wbFathiana(aku pnggil Fathi aja ya), blog yg kmu bkn bgus jg.Aku jg punya blog,tp bngung desainnya biar klhtan bgs & skrg tuh blog dah gak diurusin lagi.Af1,Fathi..,mo ksh masukan nih.Mo kmntarin kalimat pd 2 prgraf terakhir.”Toh, mengutip kata-kata seorang Adi Onggo, <>takdir itu seharusnya kita tentukan sendiri<>“.Lbh baik kt ini gak usah dipake lg, krn ksnnya sepele tapi artinya besar bgt.klo slh phm,akibatnya fatal krn hubngannya ma ‘akidah.Tentu saja tak seorangpun yg bs membuat takdirnya, sendiri. Krn 500 thn sblm penciptaan alam semesta, takdir qt tlh ditentukan di Lauh Mahfuz(hadist Sahih).Mngkn maksud Fathi tdk mlcehkan hadist tadi.Tapi,1x lg maaf ya Fathie kl bs klmt itu dihapus aja,krn kl org slh paham qt bs kn dosa,sengaja/tidak.Truss,1 lg tntng prgrf trkhir.Qt sbg mslim tdk bisa mbiarkan org lain mlkukan hal keburukan sesukanya, baik mrugkan diri sendiri/org lain.Qt hrs mencghnya smpai ttk penghabisan smpe org itu berubah. Rasul sj smpe angkat senjata utk meng-islamkan negara2 kfr dsktrnya. Walau msh ada yg ga mo msk islam,kfr tsb gak dibiarkan brtindak seenaknya,bahkan walaupun mrk kfr, mrk diharuskan memakai jilbab.Di situlah ketinggian Islam trlhat.Oia, dah dulu ya Fathie.Klo kmu mo blk kmntarin ke aku, nih email-ku :kilau_pedang@yahoo.comWass.wr.wb

  2. wah wah…sy ga nyangka dapet tanggapan seserius ini 🙂 salam kenal juga, trimakasih sudah berkunjung.sebenarnya sy cuma pgn angkat masalah “kacamata kuda” kok. tentang perbedaan pemikiran,well, kita memang punya kewajiban tuk mengingatkan. dengan catatan, dgn cara yg baik. dan memang maksud sy spt itu. tp kalo orangnya udah diingetin ga mau berubah, gugur sudah kewajiban kita. wewenang kita cuma sampe disitu. dan sy pikir ga perlu koment ini-itu,atau jd antipati sm sekali. bukankah rosul jg udah mati2an ngingetin pamannya tapi beliau tidak jg kembali ke fitrah (islam?? lepas sudah kewajiban rosul sampai disana. giitu deh kira-kira.trus ttg “takdir itu kita tentukan sendiri”, maksudnya begini…setiap langkah dalam hidup kita kan pilihan.dan pilihan2 yg kita jalani adalah jalan hidup kita.pastinya ada tangan2 Allah bermain disana.tp kita punya kemerdekaan untuk memilih mana yang kita inginkan, tanpa perlu tunduk pada orang lain. itu, yg sy maksud dengan “takdir kita tentukan sendiri”.berkaitan sama hadits, wah…kayanya sy perlu belajar lagi nih. terus terang sy ga faham2 banget. kalau mau sharing, it will be great for us 🙂anyway, makasih banyak buat masukannya. sy yakin, orang yang cerdas gak akan nelen mentah2 tulisan yg dia baca, termasuk tulisan ecek2 spt punya sy 🙂

  3. Good brief and this fill someone in on helped me alot in my college assignement. Gratefulness you seeking your information.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s