Memories that Will Never Be Forgotten

Bismillah.

Ada perasaan berbeda yang menelisik hati ketika kami –aku dan beberapa teman-teman BEM UI 0506- duduk berkumpul di balkon sekret BEM di pusgiwa lantai 2, Kamis 8 Juni lalu. Karena ruang dalam sudah penuh dengan BPH BEM baru (periode 2006-2007) yang tengah rapat, maka kami jadi seolah “tersingkir” di teras atas tersebut.
Demam PPS (post power syndrome –red) -kah ?!?!?
Ya, mungkin tidak salah sepenuhnya juga. Kami memang sudah tak lagi menjabat, karena sudah ada pengganti. Tapi toh kami masih dan akan selalu merasa memiliki BEM UI. Bahwa kami pernah menempati ruang sekretariat lembaga eksekutif kemahasiswaan tertinggi di UI ini, adalah sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Bahwa kami pernah berbagi senyum, sedih, kesal, senang, susah, dan sebagainya di sini, adalah fakta tak terbantahkan yang kan terus menyejarah di muka bumi.

Banyak hal kami perbincangkan, mulai dari melihat-lihat foto kecelakaan Khemal dkk di Banyumas (Ya Allah, sehatkan Khemal ya…), jalan-jalan akhir tahun BEM, rencana silaturrahim BPH, baksos ke Jogja, sampai agenda utama: ifthor shoum sunnah hari Kamis. Dan masih ada saja debat-debat kecil tentang ifthor di Kantek atau tetap di pusgiwa. Masih ada tawa-tawa konyol bin melengking milik Mami Yuwa sampai celaan-celaan khas Andi Bapuk yang “sumpah enggak banget…” (Maaf ya, Puk…Tapi lo emang pantas mendapat celaan balik kok… ^_^ v).

Well…
Kami agaknya selesai sampai disini.
Walau masih ada 1-2-3-4 proker abadi macam Rumah Belajar, Lon Sayang Aceh dan sisa tugas pewarisan-pewarisan, kami harus sudahi segalanya.
Waktu sudah habis. Dan selesai sudah fase amal kami.
Masa juang yang tak selamanya harus berbalur luka, duka ataupun airmata.
Ada tawa disana. Ada canda. Ada pula senyum sumringah sampai tawa lebar yang menabur riang dalam gerak tunaikan amanah.

Jika waktu sudah berganti dan kami harus berhenti kini, maka kami percaya, akan ada darah-darah muda yang tentunya harus lebih baik dari kami saat ini.
Harus ada semangat-semangat baru yang meneruskan cita-cita memperbaiki diri dan lingkungan sekitar, yang mengejawantah
dalam berbagai kreasi dan profesionalisme yang tinggi. Harus ada gumpalan airmata yang terbuang tanpa sia, karena ia akan jadi saksi kepasrahan kita di hadapan Yang Maha Perkasa. Akan ada letih-lelah yang menjadi penanda segala jerih-payah, sebagaimana –yakinlah!- akan muncul pula gurat-gurat sukaria saat pekerjaan kita berakhir dengan ceria.

Sayang.
Kami harus berhenti disini. Suka-tidak suka, puas-tidak puas, menyesal ataupun lega, sesak itu tak bisa kami hindari.
Akan selalu ada kerinduan menjalani hari-hari penuh dinamika.
Akan selalu ada jejak-jejak ingatan yang hanya mampu dikenang-kenang.
Kalian ingat?
Peristiwa dengan Monde di awal membuat kami mawas bekerjasama dengan pihak luar dan berhati-hati terhadap media. Belum lagi oknum-oknum pengacak yang tak suka jika kita baik-baik saja. Atau moment Nikah Massal yang membuat banyak kakek-nenek jadi menikah ulang karena belum tercatat di dokumen pemerintah. Atau Olimpiade,
Musik Khatulistiwa, Baksos City, Beasiswa, Bedah Kampus, sampai aksi Admission Fee yang jadi symbol perlawanan terhadap arogansi penguasa kampus yang semena-mena. Atau teriakan-teriakan heroik “Hidup Mahasiswa!” di Bundaran HI dan istana negara. Pun berjuta duka saat seorang saudari kita, Iis Nur ‘Aisyah, wafat saat mencoba berkontribusi dalam baksos di Sukabumi… Pun peristiwa naas yang menimpa Khemal saat ia dan teman-teman lain ingin berbuat banyak bagi Jogja…

Ada banyak episode hidup disini.
Ada banyak momen demi momen yang begitu berarti.
Tapi sayang, kami sudah harus berhenti.
Akan ada medan lain bagi kami untuk terus mendinamiskan diri.
Akan ada pembelajaran lebih saat dunia baru menjelma di hadapan kami.
Akan ada sekelumit tantangan yang harus kami taklukkan, begitu keluar dari sini.

Sampai jumpa, kawan.
Kami akan selalu merindukan kalian, sebagaimana kita harus selalu merindukan ketinggian idealisme yang bersih dan berlandaskan nurani.
Kami akan terus mengenang segala juang, karena dari situlah kami belajar banyak bagi kehidupan ini.
Mari percayakan saja tautan jiwa kita pada Sang Penggenggam Hati, lalu panjatkan doa agar kelak kita disatukan lagi dalam keabadian yang hakiki.

Salam perjuangan.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

~Saudarimu, mantan BEM-ers 0506~

Perjalanan ini
Terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Di samping ku kawan

Banyak Cerita
Yang mestinya kau saksikan
di dalam kisah perjuangan

(Berita kepada Kawan, Ebiet G.Ade, dgn perubahan seperlunya.
special for almh.Iis Nur ‘Aisyah)

Advertisements

5 thoughts on “Memories that Will Never Be Forgotten

  1. JIKA HIDUP TIDAK UNTUK DAKWAH , TERUS KITA MAUNGAPAIN..???ANTUM PERGI PAGIDENGAN SEMANGAT MENCARI DUNIAWIJIKA ANGKOT MACET, LALU LINTAS MACET RIBUT ATAU SEWATAKSIAGAR HARTA BURUAN TIDAK BERALIH DARI SISIANTUM PULANG MALAMDENGAN JASAD YANG KELELAHANNYAMPE DI RUMAH MENDEKAM SAMPE PAGI DATANGLUPAKAH ANTUM..?RASULULLAH BAGAIKAN RAHIB DI MALAM HARIDAN MENJADI SINGA DI SIANG HARISEMENTARA ANTUMTAK PEDULI SIANG DAN TAK PEDULI MALAMYANG PENTING DUNIA DALAM GENGGAMANSAHABAT COBALAH KITA RENUNGKANAPA SIH YANG INGIN KITA GAPAI SAMPAI HARUS MEMBANTINGTULANG ..?APA SIH YANG INGIN KITA BANGUN HINGGA PAGI DATANG..?APA SIH YANG INGIN KITA RAIH HINGGA TUBUH BEGITU LETIH..?JUJUR AJA UNTUK URUSAN PERUT KITA BUKAN..?BUAT BELI NASI BUNGKUS ATAU NASI UDUK BUKAN…?MASUK PERUT DAN KEMUDIAN RAIB JADI KOTORAN..JUJUR AJA UNTUK URUSAN RUMAH TEMPAT KITA TINGGALBUKAN..?BUAT BELI KERAMIK, AC ATAUPUN BUSADINIKMATI , RUSAK, GANTI LAGI TAK BERKESUDAHAN..JUJUR AJA UNTUK URUSAN KESENANGAN ANAK-ANAK YANG KITARINDUKANBUKAN..?BUAT PAKAIAN , MAINAN, ATAUPUN POSTER-POSTER IDAMANDINIKMATI, MENGHILANG DARI PANDANGANJIKA KITA HIDUP HANYA UNTUK ITU SEMUANYAMAKA HARGA DIRI KITANILAINYA SAMA DENGAN APA YANG KITA MAKANNILAINYA SAMA DENGAN APA YANG KITA KELUARKAN DARIPERUT HITAMNILAINYA SAMA DENGAN APA YANG KITA RINDUKANKARENA JASAD TAK UBAHNYA TEMBOLOK KARUNGTEMPAT PENYIMPANAN SEMUA MAKANAN YANG KITA MAKANKARENA JASAD KITA TAK UBAHNYA PEREKATTEMPAT SEMUA KESENANGAN DUNIA MELEKATSEPEKAN, SETAHUN, SEWINDU KITA BANGUN SEJUTA PUNDIUANGKITA LUPA BAHWA KELAS YANG KITA BANGUN ITU PASTI KITATINGGALKANKITA LUPA BAHWA TEMPAT TINGGAL KITA SESUDAHNYA ADALAHISTANA MASADEPANTAPI SAHABATJIKA KITA HIDUP UNTUK DAKWAHTIDAK ADA SETITIK HARAPAN PUN YANG KELAK DIRUGIKANTIDAK ADA SEBERKAS AMAL PUN YANG TIADA MENDAPATBALASANTAPI SAHABATDI DALAMNYA PENUH UJIAN DAN BATU KARANGUJIAN HARTA, ANAK , ISTRI YANG KITA SAYANGIDAN KITA HARUS YAKIN PENUH AKAN JANJI ALLAHDI DALAMNYA TIDAK LEKAS KITA DAPATKAN KEINDAHANDAN KITA HARUS YAKIN BAHWA INILAH JALAN KEBAIKANSAHABAT…JANGANLAH TERLENA DENGAN KESENANGAN FANAJANGANLAH TERLENA DENGAN GEMERLAP DUNIAITULAH YANG ALLAH BERIKAN SEBAGAI HAK PARA MUSYRIKINDI DUNIATIADA USAH KITA IRI DAN BERFIKIR TUK HANYUT BERSAMANYAKARENA KITA TAHU KEHIDUPAN MEREKA SUSUDAHNYA ADALAHNERAKADAN MEREKA KEKAL DIDALAMNYASAHABAT…JANGAN SIA-SIAKAN HIDUP DIDUNIABANGUN RUMAH DAKWAHJIKA KITA DILUASKAN HARTA, KEMBALIKAN DI JALAN DAKWAHJIKA KITA DILUASKAN WAKTU, HIBAHKAN DI JALAN DAKWAHJIKA KITA DILUASKAN TENAGA, BERIKAN UNTUK LAPANGNYAJALAN DAKWAHJIKA KITA DILUASKAN FIKIRAN, GUNAKAN UNTUK MERENUNGIAYAT-AYAT-NYAJIKA KITA DILUASKAN USIA, MAKSIMALKAN BERIKAN YANGTERBAIK UNTUK –NYAJANDAN JADIKAN DAKWAH SEBAGAI KEGIATAN SAMPINGANJANGAN JADIKAN DAKWAH SEBAGAI HIBURANJANGAN JADIKAN DAKWAH SEBAGAI AJANG GAUL SESAMA TEMANJANGAN JADIKAN DAKWAH SEBAGAI PENGISI WAKTU LUANGJANGAN JADIKAN DAKWAH SEBAGAI SARANA MEMBURU UANGKARENA KELAK YANG KITA DAPATKAN ADALAH JAHANAMSEBAGAI BALASAN ATAS KEMUSYRIKAN YANG KITA JALANKANSAHABATJADIKAN DAKWAH SEBAGAI RUH KITA DI DUNIAJADIKAN DAKWAH SEBAGAI RUMAH TINGGAL KITA DI DUNIAJADIKAN DAKWAH SEBAGAI TUGAS UTAMA KITA DI DUNIAJADIKAN BAHWA HANYA DENGAN DAKWAH DIRI KITA BEGITUBAHAGIAJADIKAN BAHWA TANPA DAKWAH KITA BEGITU MENDERITASAHABATJALAN DAKWAH INILAH YANG MEMBEDAKAN KITADENGAN PARA PENDUSTA AYAT-AYAT-NYADAN JIKA KITA HIDUP DI DUNIA INI TIDAK UNTUK TEGAKKANRISALAH-NYAITU ARTINYA KITA PUN SAMA DENGAN MEREKAYANG LEBIH MENYUKAI NERAKA KETIMBANG SURGA( NAUDZUBILLAH MIN DZALIK …. )DAN JIKA KITA HIDUP DI DUNIA INI SEBAGAI TUJUANINGATLAH BAHWA TAK LAMA LAGI RUH KITA BAKAL DI CABUTDARI BADANJIKA HIDUP TIDAK UNTUK DAKWAHTRUS KITA MAU NGAPAIN..?MAU JADI AYAM..?YANG PERGI PAGI PULANG PETANG..??KURANG PETANG TAMBAHIN LAGI HINGGA TENGAH MALAM ..TAPI MASIH MENDINGAN AYAMKARENA IA RUTIN BANGUN SEBELUM ADZANDAN TERIAKKAN LAGU KEINDAHANYATAPI KITARUTIN SUBUH SETENGAH DELAPANAPALAGI KALO AKHIR PEKANBISA JADI SUBUH HENGKANG DARI FIKIRAN( ASTAGHFIRULLAH….)MASIH MENDING AYAMKARENA IA BERANI PILIH MAKANAN YANG IA INGINKANTAPI KITAKITA MAKAN SEMUA YANG ADA DI HADAPANTIDAK PEDULI DAGING, TUMBUHAN , ATAUPUN BATU HITAMSEMENTARA KITA DI KARUNIAI FIKIRAN DAN IMAN….SAHABATJIKA HIDUP TIDAK UNTUK DAKWAHTRUS KITA MAU NGAPAIN..???salam pembebasan… !!!Laa izzata ila bil islam… wa laa islam ila bi syariah ..!berteriaklah dan berjuanglah untuk islam …

  2. Jazakillah untuk postingan ini. aku menangis membacanya. bukannya apa tapi bentar lagi aku akan merasakan hal yang sama. Ada orang2 baru yang akan menggantikan posisiku di lembaga dakwah kampus dan itu berat. Rasanya aku tak ingin pergi, tapi memang kita harus pergi. Setiap masa ada pahlawannya. Dan masaku akan segera berakhir, tapi memori perjuangan indah itu tidak akan pernah berakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s