Pasca Kampus

Bismillah.

Hari-hari penuh cemas…
Skripsi masih bab III. Sidang (harus) Juni, atau maksimal Juli. Kalo gak kekejar Juni, ya berarti Juli. Kudu, harus, wajib. Gak pernah terpikir kalo harus nambah 1 semester lagi. Hiyy…na’udzubillah…

Aku sempat gak pede dengan penelitianku. Cuma neliti persepsi. Begitu sederhana.
Dan udah 2 orang dosen (1 dosen, 1 asdos sih…) yang komentar,
“Kok tanggung sekali ya? Akan lebih berguna kalau kamu neliti atribusi pelaku pelecehan…Akhirnya nanti akan tergambar, mengapa pelaku melakukan hal tersebut…”
“Tapi skripsi ttg atribusi pelaku pelecehan udah ada, Mbak…”
“Ohya…kamu udah coba cari yg lain? Apa gitu…Karena ini akan sederhana sekali jadinya…”
“Yah…kepepet, Mbak. Saya harus lulus semester ini…Udah semester sepuluhhhh… (huhuuu)”
“Emang kenapa bisa telat, Ndra?”
“Hmmmhhh…*menghela nafas berat*. Tadinya mau neliti ttg tahajud…(jadi keinget lagi deh…) tapi waktu itu PS (pembimbing skripsi –red) saya bilang, kualitatif itu sulit dan agak2 gak lama kalo mau cepet selesai. Beliau mengusulkan tema-tema kuantitatif, tapi saya gak tertarik. Trus saya kepikiran hubungan intensi untuk melakukan pelecehan seksual terhadap korban yang berpakaian sopan (tertutup) dan terbuka. Lalu Mbak Fivi ngusulin dihubungkan sama control diri pelakunya.
Tapi kedua variable itu alat ukurnya susah…harus adaptasi dari luar, dan itu artinya akan butuh waktu yang lebih lama…
Akhirnya, atas saran PS, saya neliti persepsi pria terhadap korban dan situasi yang dianggap memicu terjadinya pelecehan seksual deh. Ini jauh lebih sederhana. Sejujurnya tahajud ini tema idealis saya. Tapi…mau gimana…udah mepet. Udah gak mikirin idealisme lagi deh Mbak…
Namanya juga ngejar deadline….lagian teori psikologi untuk dikaitkan ke tahajud masih kurang kuat…”
Hiks. Idealisme lagi…
“Hmm….Kalau saya, lebih cenderung menyarankan mahasiswa untuk meneliti apa yang benar-benar menjadi minat mereka. Yang tahajud ini bagus lho. Buat saya sangat menarik. Kamu tinggal kaitkan ini dengan ini…misalnya orang yang tahajud dengan kesehatan mentalnya, hubungan interpersonal dengan orang lain. Saya pikir orang yang sering tahajud itu gak akan seperti Amrozi lho, harusnya dia tau bagaimana berhubungan dengan orang lain dan menghargai manusia. Tinggal hubungkan lagi dengan ini, ini, bla..bla..bla…, wawancara, selesai. Cepet ini. Bisalah jadi dalam waktu sisa 1-2 bulan lagi…”
“He…?”
Duuh, idealisme!!!
“Yah…buat saya tema pelecehan seksual ini juga menarik kok, Mbak…yang tahajud…dah gak kepikiran lagi. Lagian saya harus ngulang dari nol lagi kalau kembali ke tahajud lagi…”
“Ohh…gitu ya. Ya udah, buat penelitian kapan-kapan aja…”
Abis diskusi sama Mbak Iput, dosen klinis itu (gak nyangka beliau ternyata cukup interest sama topik tahajud!), aku jadi limbung. Antara mau nerusin tahajud tapi gak realistis, sama nerusin ttg pelecehan seksual sambil gak pede…

Abis itu, diskusi sama seorang senior.
“Wah, tahajud itu lebih menarik! Bisa kok sebulan jadi. 2 pekan ngumpulin teori, 1 pekan wawancara, 1 pekan lagi analisa…Atau ini aja, gambaran ikhwan tentang bidadari surga dan kaitannya sama motivasi beribadah! Atau hubungannya dengan ketakutan menghadapi kematian. MR saya sering cerita kalo betapa bidadari surga begini..begini…dan dunia tuh jadi gak ada artinya…keren, kan?”
Duh, K’ Dany, please deh. Jangan bikin Indra tambah bingung… Ogah deh neliti itu…Bagus sih bagus… tapi gak minat. ‘Affwannn….

Finally, pelecehan seksual jalan juga. Dan sekarang udah bab tigaa….
Alhamdulillahnya PS-ku menguatkan. Pas cerita kalo aku gak pede dengan penelitianku, beliau berujar sambil membinarkan mata penuh optimisme,
“Gak papa…Yang sederhana itu kan bukan berarti tidak bermakna…”.

Yah, begitulah cuplik-cuplik dinamika (pinjem kata2nya K’Adi Onggo :P) saat pengerjaan skripsi. Kadang kalo lagi desperate, mikir yang aneh2…
Kenapa sih musti ada skripsi segala…nyusahin aja… di luar negeri aja kagak ada…-_-‘

Dan sekarang, amanah di BEM juga hampir selesai. Tinggal ngerjain LPJ dan menyempurnakan ikhtiar disana-sini. Mumpung masih ada waktu, lubang-lubang harus ditutup sesegera mungkin. Kalo bisa, sambil tanamin bunga di atasnya. Ya, siapa yang gak mau husnul khotimah… Bagaimanapun, kesan yang baik di akhir harus terbentuk.

Tinggal ini deh…orientasi pasca kampus yang agak-agak mengkhawatirkan.
Meski dah terlibat di Insanika, belajar jadi trainer, tapi rasanya masih ada yang bikin gak tenang.
Sejujurnya, kampus itu adalah zona ternyaman saat ini. Makanya pas mau keluar, jadi mikir beribu kali. Di luar sana ada apa sajakah?!?!?!??
Seolah baru akan keluar dari istana dan bersiap masuk ke hutan belantara.
Kalo dulu waktu awal masuk kampus, banyak senior yang bilang, “Welcome to the Jungle…”, kayaknya jungle di luar tampak lebih menyeramkan…Hukk…

Itu sebabnya seorang teman juga berkata, “Adalah satu keparahan yang sangat, ketika kita sampai futur di kampus. Sebab kampus adalah lingkungan terkondusif buat kita. Kampus adalah zona ternyaman kita,”

Di kampus memang relative homogen. Orang-orangnya sepantaran. Mau nyolot-nyolotan juga fair, tinggal maju aja kalo berani. Kalo gak suka, bisa langsung bilang terang-terangan. Mau adu pemikiran, juga gak masalah. Fair playing-lah pokoknya.

Tapi di luar sana?
Kata seorang mbak2 yang ngobrol sama aku di stasiun, “Kalo ada orang gak suka sama kita, didepan aja manis. Tapi ternyata nusuk dari belakang.”
Huaaa….!!!

Belum lagi idealisme yang disinyalir banyak meluntur. Yang tadinya jujur, mulai mengecilkan hati nurani. Mulai muncul pemakluman-pemakluman atas kondisi-kondisi tidak ideal. Mulai pasif menyikapi ketidakadilan. Bergerak atau merubah? Jangan-jangan harus berpikir 1000 kali sebelum menggerakkan 1 langkah saja.

Ini, salah satu yang aku cemaskan. Khawatir gak punya benteng yang cukup kuat ketika harus bertarung di belantara dunia nyata. Khawatir terbawa arus ketika berhadapan dengan gejolak-gejolak permisivitas dan submissivitas yang mengepung dimana-mana. Belum nanti kalo tak berdaya berhadapan sama system yang dah ajeg bobroknya. Mau ngelawan korupsi, si atasan malah menyuburkan. Atau malah dianggap kelaziman.

Atau…Gak usah susah2lah… ambil contoh simple aja.
Misalnya, naik kereta ekpress tanpa beli karcis dulu dan bayar di atas dengan harga lebih murah. Gak peduli tuh duit beneran masuk ke PJKA atau ke kantong si kondektur. Alasannya, ngejar waktu daripada telat sampai kantor dan takut dianggap tidak professional.
Wahhh….bener2 deh! Pusiing!!!

Belum lagi aku bingung abis lulus mau ngapain aja. Kalo di kampus terhitung enak, mau ngapa-ngapain tinggal milih. LDK ada, BEM ada, mau jadi mhs kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang) juga bisa. Intinya, ada banyak sekali pilihan.

Nah, pasca kampus?

Sempat juga beberapa waktu lalu melibatkan diri di korwil, setingkat dibawah Depera. Tapi, kesini-sini ngerasa gak fit sama personel2nya. Apa-apa always telat. Janjian rapat jam setengah 7, baru pada dateng jam setengah 8. Kegiatan dirancang jam 9, baru pada dateng jam 10. Ya ampuuun! Gimana masyarakat mau menghargai kita?

Mau ngingetin, takut yang keluar malah nyelekit. Akhirnya cuma bisa diam menahan kesal dan mencoba berpikir positif. Tapi yang namanya hal buruk kalo gak diingetin bakal jadi kebiasaan juga ya?!?!?

Gak tau deh…takutnya dikira gak bisa berempati sama yang lain. Bisa jadi pada sibuk dengan urusan rumah tangga masing2. Gini nih, kalo di kampus, mau bilang gak suka tinggal bilang aja. Tapi di teman-teman yang relative heterogen dan punya background beragam, apa-apa dah merasa gak enak duluan…

Hmmhh…
Teman-teman…kali ini saya butuh pencerahan ttg pasca kampus.
Ada yang mau berbagi dan memberi saran?

-misorientasiEuy!-

Bukan Sektarian

Bismillah.

Pro-kontra terhadap RUU APP makin panas aja. Akhirnya mayoritas diam –mengutip tajuk Republika- bersuara juga. Aku yang kebetulan gak ikut aksi sejuta ummat ahad lalu itu, nungguin beritanya dari tivi. Metro TV, yang jadi stasiun favoritku untuk versi berita, tumben-tumbenan gak nayangin. Aku sampe heran sendiri, kok gak ada ya? Padahal biasanya Metro yang paling up to date. Berita siang gak sempet kutonton, pun berita petang. Yang bikin aku makin kaget, besoknya aku dengerin diskusi di radio kalo seharian kemarin aksi sejuta ummat mendukung pengesahan RUU APP sama sekali gak disiarkan stasiun televisi swasta manapun!

Aku gak abis pikir…
Kok segitunya ya?
Ini bukan masalah fair dan tidak fair. Tahulah kita siapa aja orang-orang di belakang layar tivi itu. Wajar kalau (mungkin) kemudian mereka punya sentiment tertentu. Tapi ini bagiku jadi lucu banget. Gak masuk akal aja ada event yang begitu besar gak diliput sama sekali. Bener-bener gak masuk akal. Namanya wartawan, pasti kalau ada kejadian menarik dikit aja, insting jurnalistiknya akan jalan. Tapi…ini…?!?

Waktu ikutan diskusi sama Jaringan Kerja RUU APP bareng Bu Inke Maris (wartawati senior, yg dulu jadi penyiar TVRI itu lho..), Mbak Azimah Subagjo (Masyarakat Tolak Pornografi), Pak Elmir, Bu Elly Risman (pemerhati anak) dan orang-orang penting lainnya, kita sampe bolak-balik ngeributin mau dibawa kemana isu APP ini. Aku pribadi dan teman-teman dari BEM UI gak sepakat kalo isu ini diusung dengan bendera agama. Jatoh-jatohnya bakalan jadi isu sektarian, dan tentu ini akan sulit diterima banyak kalangan. Buntut-buntutnya, yang pro akan kekeuh sama pendapatnya, yang kontra juga makin kontra. Gak akan ada titik temu. Akibatnya bisa panjang juga, karena bersinggungan dengan isu SARA. Gak heran orang-orang yang kontra jadi pada phobi duluan, takut Indonesia mau dijadikan negara Islam-lah, takut yang pake koteka ditangkepin-lah, takut Indonesia pecah-lah…

Padahal menurutku, isu pornografi-pornoaksi bukan isu sektarian atau agama. Jelas, karena korbannya gak pandang bulu. Taruhlah perkosaan yang terjadi karena pelaku terangsang gara-gara abis nonton goyang ngebor Inul, atau abis nonton komedi cabul, baca-baca majalah porno, dll. Korbannya jelas bukan dari agama Islam saja. Mau dia islam kek, kristen, budha, hindu, kejawen, atau atheis sekalipun, tetap terancam menjadi korban.
So, apakah dampak pornografi menimpa orang Islam saja sehingga kemudian orang Islam beramai-ramai mendukung RUU ini?

Ini, yang dari kemarin agaknya belum di fahami oleh pihak yang kontra.
Pornografi-pornoaksi itu mengancam kita semua, Bung!
Mau jadi apa adik-adik dan anak-anak kita kalau mereka bisa dengan bebas membaca bacaan porno sejak usia dini? Tahu tidak, ada puluhan jenis komik yang memuat gambar bagaimana melakukan hubungan seks, bagaimana memasukkan alat kelamin pria ke alat kelamin wanita, bermacam gaya berhubungan seksual… Yang kayak gini jadi santapan harian bocah-bocah SD! Sudah berapa banyak kasus perkosaan yang dilakukan bocah umur 10 tahun terhadap tetangganya sendiri yang masih berusia 3 tahun, karena mereka penasaran ingin mencoba memperagakan apa yang mereka tonton dalam film porno?
Mau dibawa kemana masa depan bangsa ini kalau banyak yang berpikiran ngeres abis ngeliat tayangan-tayangan mengundang birahi? Iya kalau mereka punya pelampiasan yang halal (udah nikah gitu maksudnya). Kalau enggak?

Fuh! Perlu dibeberin berapa kasus perkosaan akibat pengaruh pornografi-pornoaksi sih, supaya semuanya bisa pada nyadar???

Makanya aku sedih aja kalau isu ini makin mengerucut jadi isu sektarian. Sama sekali tidak, dan bukan maksud kami menghubung-hubungkannya dengan isu agama… :((
(Yang paling bikin miris dan geregetan, ada segolongan orang yang teriak-teriak, “Tegakkan syariat Islam dengan UU APP!”. ini bukan masalah setuj-tidak setuju dgn syariat…tapi yakin efektif gak, kalau bukan malah nambah phobi orang-orang yang emang udah antipati sama agama ini?!?!?)

Sulit…sulit sekali kalau isu APP ini dikait-kaitkan dengan agama. Yang harus kita lakukan justru meyakinkan pihak yang kontra kalau isu ini adalah demi kebaikan bersama, bukan (menyiratkan) akan menguntungkan sebagian golongan. Yang harus kita usahakan adalah menyadarkan pihak yang kontra bahwa pornografi dan pornoaksi adalah musuh bersama, tidak beda dengan narkoba!

C’mon…
Jernihlah, teman…
Semua ini demi kebaikan kita…kebaikan generasi muda bangsa ini…
Bukan, APP sama sekali bukan isu sektarian.
Please, dibaca dulu itu RUU-nya sebelum komentar macem-macem. Ada kok pengecualian buat daerah-daerah yang punya budaya tertentu macam koteka, kemben, dan sebagainya.
Lihat dan buka mata lebar-lebar, sudah terlalu banyak korban perkosaan atau pelecehan yang terjadi akibat pornografi dan pornoaksi. Apakah kita akan terus ribut sementara korban terus berjatuhan? Bagaimana jika anak-anak kita, adik-adik, atau saudara perempuan kita yang jadi korban?

Jernihlah…
Jernihlah melihat persoalan…
Katakan tolak pornografi dan pornoaksi.
Mari kita dukung RUU APP demi kebaikan bersama.

Pelecehan Seksual (bantuin lagi, pls…)

bismillah.

asww, guys…
would u help me (again) to fill in my questionaire?
buat skripsi nih…butuh jawaban dari minimal..mm…20 orang!
please help ya? coz saya ngejar deadline..(deadline kok dikejar..)
skripsi saya ttg “Persepsi Pria terhadap Korban dan Situasi yang Dianggap dapat Memicu Terjadinya Pelecehan Seksual”. so, kuesioner ini cuma boleh diisi sam COWOK only.
Insya 4JJI saya akan buka lagi blog ini hari senin, dan akan langsung diolah, dan hari itu juga bakal ketemu sama PS (Pembimbing Skripsi)…Huwaaa! kudu cepet2 nih makanya!
anyway, segala macam reward akan diberikan sama 4JJI SWT, Insya 4JJI 🙂
jazaakumulloh khoiron katsiiro, semuanya. makasih banyakkkkkk…

PELECEHAN SEKSUAL

Kasus 1
Nina, 14 tahun, adalah seorang pelajar kelas 3 SMP. Di suatu malam Minggu, ia berjalan-jalan ke mall bersama teman-temannya. Suasana mall pada malam minggu cukup ramai dan kebanyakan pengunjungnya adalah remaja. Biasanya, di sudut-sudut tertentu terdapat sekelompok remaja berkumpul untuk sekedar duduk-duduk, mengobrol dan menghabiskan waktu.
Malam itu Nina ingin membeli sepatu olahraga di suatu toko. Di dekat toko itu, terdapat sekelompok remaja pria tengah bercanda dan mengobrol. Nina merasa agak segan melewati mereka. Namun sepatu yang ia inginkan hanya dijual di toko tersebut dan tidak ada jalan lain menuju kesana.
Dalam situasi seperti ini, menurut Anda pelecehan seksual apa yang mungkin terjadi?
……..
Mengapa pelecehan seksual itu terjadi?
…..

Kasus 2
Hani, 23 tahun, setiap hari harus naik kereta jurusan Jakarta-Bogor untuk mencapai tempat kerjanya. Seperti kebanyakan masyarakat, ia lebih suka naik kereta karena menghindari macet dan biayanya juga relatif murah.
Suatu hari, kereta yang akan ditumpanginya sangat penuh oleh penumpang. Hani memaksakan diri untuk naik daripada ia terlambat sampai di kantornya. Ia rela berdesak-desakkan dengan penumpang lain demi mengejar waktu.
Dalam situasi seperti ini, menurut Anda pelecehan seksual apa yang mungkin terjadi?
…..
Mengapa pelecehan seksual itu terjadi?
……..

Kasus 3
Putri, 20 tahun, berencana menghabiskan malam minggunya dengan menonton film terbaru di bioskop. Ia membuat janji dengan teman-temannya dan akan bertemu di bioskop tepat jam 7 malam. Malam itu Putri mengenakan baju yang ‘mengatung’ dipadu celana hipster sehingga bagian perut dan pinggulnya kadang-kadang tanpa disadari terlihat.
Sampai di bioskop, Putri langsung menuju loket untuk mengantri membeli tiket masuk. Suasana antrian cukup panjang dan berdesakan. Sepertinya film tersebut juga diminati banyak orang. Tak heran, bioskop malam itu cukup ramai dikunjungi orang. Putri seolah terjepit di antara pengantri di depan dan belakangnya.
Dalam situasi seperti ini, menurut Anda pelecehan seksual apa yang mungkin terjadi?
……….
Mengapa pelecehan seksual itu terjadi?
………..

Kasus 4
Ani, 34 tahun, merupakan karyawati sebuah perusahaan yang terletak di daerah Sudirman. Setiap hari ia pulang-pergi ke kantornya dengan menggunakan bis kota. Karena banyak orang yang bekerja di daerah tersebut, kendaraan umum kesana selalu dipenuhi penumpang baik pada saat berangkat maupun pulang. Mau tidak mau setiap hari Ani harus rela berdempet-dempetan di dalam bis bersama puluhan orang lainnya.
Dalam situasi seperti ini, menurut Anda pelecehan seksual apa yang mungkin terjadi?

Mengapa pelecehan seksual itu terjadi?

Kasus 5
Udin, 55 tahun, adalah seorang kakek dari 5 cucu. Istrinya telah meninggal dunia 3 tahun yang lalu karena sakit. Saat ini ia tinggal di rumah salah seorang anaknya. Ketika anaknya pergi bekerja, ia membantu mengasuh cucunya (perempuan) yang masih berusia 4 tahun di rumah.
Udin gemar menyanyi dan berkaraoke. Ketika istrinya masih hidup, Udin sering berkaraoke bersama istrinya. Sampai sekarangpun ia masih senang mendengarkan VCD untuk mengenang saat-saat bersama istrinya dahulu.
Suatu hari ketika tengah berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Udin membeli beberapa VCD lagu. Tanpa diduga, sang penjual menawarkannya VCD porno. Awalnya Udin menolak. Namun didorong rasa ingin tahunya yang besar, akhirnya Udin membeli 1 keping VCD porno tersebut.
Di rumah, saat anaknya pergi bekerja, Udin menonton VCD porno yang dibelinya sambil menemani cucu perempuannya bermain di kamar.
Dalam situasi seperti ini, menurut Anda pelecehan seksual apa yang mungkin terjadi?
……..
Mengapa pelecehan seksual itu terjadi?
……..

Kasus 5
Andi (27 tahun) mengunjungi konser musik bersama teman-temannya. Konser musik ini akan diisi oleh beberapa artis ibukota. Dalam suatu penampilan, seorang artis membawakan lagu dengan diiringi 5 orang penari latar wanita. Mereka menari dengan kompak dan gemulai, mengikuti irama musik yang berdentam keras. Kelima penari latar tersebut mengenakan tank top berbelahan dada rendah dan celana pendek ketat, sehingga lekukan tubuh serta perutnya terlihat jelas.
Dalam situasi seperti ini, menurut Anda pelecehan seksual apa yang mungkin terjadi?
………..
Mengapa pelecehan seksual itu terjadi?
……

Kasus 6
Vira, 17 tahun, pulang larut malam dari sekolahnya karena harus mengerjakan tugas sekolah. Waktu tempuh dari sekolah ke rumahnya lebih kurang 2 jam perjalanan. Vira terpaksa pulang sendirian karena tidak ada teman yang satu arah dengannya. Orangtuanya juga tidak bisa menjemput karena belum pulang dari kantor. Setelah naik bis sebanyak 2 kali, Vira masih harus berjalan kaki sejauh 200 meter untuk sampai di rumahnya. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Suasana jalanan saat itu sudah sepi dan gelap.
Dalam situasi seperti ini, menurut Anda pelecehan seksual apa yang mungkin terjadi?
………….

Mengapa pelecehan seksual itu terjadi?
………….

***TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI SAUDARA***

usia : …… tahun
pekerjaan :
domisili :

Mengapa Oh Mengapa…

dapet dari email…

Mengapa seseorang Yahudi dibolehkan menyimpan janggut untuk mengamalkan kepercayaannya…
…tetapi bila seorang Muslim berbuat demikian, dia dianggap ekstrim dan pengganas?

Mengapa seseorang rahib boleh meliputi keseluruhan tubuhnya kerana memperhambakan diri kepada Tuhannya…

…tetapi bila seseorang Muslimah melakukan begitu, dia ditekan?

Mengapa bila wanita barat menjadi surirumah,
dia dihormati kerana dikatakan berkorban untuk keluarganya…
…tetapi bila wanita Islam berbuat begitu, mereka kata, “dia mesti dibebaskan!”

Mengapa mana-mana gadis boleh ke universiti dengan berpakaian mengikut kesukaannya kerana punyai hak dan kebebasan…
…tetapi bila seseorang wanita Muslim memakai hijab, dia tidak boleh menjejakkan kakinya ke universiti?

Mengapa bila seseorang kanak-kanak meminati sesuatu bidang, dia dikatakan punyai bakat…
…tetapi bila seseorang kanak-kanak meminati Islam, dia dikatakan tak berguna?

Mengapa bila seseorang Kristian atau Yahudi membunuh, agamanya tidak dikaitkan… tetapi baru sahaja seseorang Muslim didakwa melakukan jenayah, nama Islam turut diadili!

Mengapa bila seseorang berkorban diri untuk melihat orang lain hidup, dia amat disanjungi…
…tetapi bila seseorang warga Palestin melakukannya untuk menyelamatkan diri, keluarga, rumahtangga dan masjidnya,
dia dikenali sebagai seorang pengganas?

Mengapa bila seseorang memandu kereta mewah dengan cara bahaya, keretanya tidak pernah dipertikaikan…
…tetapi bila seseorang Muslim melakukan kesalahan, orang kata ia adalah kerana agama Islamnya!

Mengapa kita terlalu percaya kepada surat kabar…
…tetapi selalu persoalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quranul Karim?

23, Finally…

Bismillah.

Hari ini, 14 Mei 2006…
Genap sudah 23 tahun Allah mengamanahkan kehidupan untukku.
23 tahun…
Waktu yang terlalu singkat untuk mengukir kebaikan dan manfaat.
Tapi mungkin menjadi masa yang terlalu panjang ketika terisi dengan dosa dan kekhilafan…
Astaghfirullahal ‘azhiim…100x

Sering kita merasa taqwa
Tanpa sadar terjebak rasa
Dengan sengaja mencuri-curi
Diam-diam ingkar hati

Pada Allah mengaku cinta
Walau pada kenyataannya
Pada harta, pada dunia
Tunduk seraya menghamba…

(Belajar dari Ibrahim – Snada)

Entah kenapa, 23 tahun ini terasa lebih mencemaskan dibanding sebelum2nya.
Terasa lebih dalam dimaknai aja.
Udah semakin tua ternyata…
Udah dua puluh tiga tahun…
Banyak salah, banyak dosa 😦
Sedikit kebaikan, dan entah statusnya diterima atau tidak 😦
Ya Kariim…sungguh benar bahwasanya penyesalan selalu datang terlambat dan terlambat…

Just like usual, sebenarnya gak ada ritual special ketika hari lahir berulang.
Apalagi detik ini cuma bisa merenung tanpa melakukan ibadah khusus. Pengennya berkhalwat di penghujung malam, tapi ternyata Allah berkehendak lain.

Dan…semua berjalan begitu biasa. Makan-makan? No..no…kali ini aku bener-bener lagi sekarat. No money no eat-lah pokoknya. Lagipula sejak dulu aku selalu berusaha memaknai bahwa ulang tahun bukanlah suatu momentum yang harus dirayakan dengan senang-senang. Makan-makan, traktir-traktir, walau bisa diniatkan tuk infak, rasa2nya itu bukan bagian dari gaya hidupku (tapi kalo ada teman yang milad, biasa ngebecandain tuk minta ditraktir-traktir sih…ditraktir ya rejeki, gak ditraktir juga gak papa).
Ulang tahun bagiku justru menyiratkan kesedihan bahwa jatah hidup semakin berkurang. Jadi betapa tidak masuknya di akalku kalau kesempatan hidup yang makin singkat itu malah disikapi dengan senang-senang.
Tapi, yah…momen ini tetap terasa cukup special. At least merasa seneng aja kalau ada orang yang ingat dan lantas mendoakan. Iyalah…bagaimanapun yang namanya manusia pasti senang kalau mendapat perhatian 🙂

So, begitu masuk tengah malam…sms datang…

“a star has 5 ends. A square has 4 ends. A triangle has 3 ends. A line has 2 ends. A life has 1 end, but I hope our friendship has No End. Happy Birthday ma chere amie. Hope all of ur dreams will be come trus. May Allah bless u always. Aamiin.”
-Fiky, 00.00 wib-

Fiky ini sahabatku dari sma. Dulu kita 3 tahun sekelas, dan 2 tahun sebangku. Dia tau banget luar dalemnya aku…sekarang dia dah kerja jadi akuntan after lulus dari Akuntansi UI. Surprised banget waktu tau Fiky jadi orang pertama yang ngucapin…waa…terharuu…hiks..hiks…makasih ya, honey 🙂

Sms kedua, jam 00.30 wib dari Watin, teman SMP-ku. Bunyinya…

“It feels good when someone miss u, It feels better when someone love u. but it feels Best when someone never forget you and it’s me..Happy Birthday Indra…wish u all the best..”

Watin ini dulu juga sebangku sama aku. Tau banget gimana cupu-cupunya kita waktu smp…hehe…thanks a lot ya, Tin!

The next one…jam 06.00 wib

“pesan gambar cewek pake jilbab, trus ada ucapan : Cepat Lulus Ya! Semoga dengan tambah usia dikaruniakan kebijaksanaan dalam tutur, sikap dan tindakan, serta kemuliaan dunia-akherat”
-Siswanto Lampung-

jazaakalloh akh sis…saya aja dah lupa kapan antum milad…:) skali lagi jazaakalloh ya.

terus..datang lagi jam 09.00

“Masa lalu adalah guru. Masa depan adalah harapan dan hari ini adalah waktu memberi arti pada tiap kesempatan yang dimiliki, serta mewujudkan bukti janji pada Ilahi. Barokalloh fi umrik.”
-Qibho Humas BEM-

wah, Qibh-Qibh…kamu adalah BEM-ers pertama yang kirim sms ke saya! Selamat! (??!?) Makasih yaa! Oya, sms taushiyah ini cukup mengena di hati.. Qibho emang jagonya bikin sms puitis!

Selanjutnya Icha Kestari BEM menyusul jam 09.45
“Aslm. Barokillah mba. Smg istiqomah dan husnul khotimah. Icha & kestari”yaya…makasih, Cha…ttp solid sama kestari ya!

Terus..jam 11.20 wib. Ina, satu2nya temen satu lingkaran…(yg laen gak ada yg inget satupun! Parah betull…-_-‘)

“aslm. Ukhti shaleha, met milad ya. Indra mau apa? Mau suami yang shaleh, lulus tahun ini dan segera bekerja, minta saja dengan yang memberi segalanya yaitu Allah. Jangan lupa traktirannya ya.”

Ya ampun… asli deh, sms ini bikin aku manyun gak jelas!

Next, jam 13.15 wib…

Oh…ada yang ultah ya? Met ultah ya, smoga makin dewasa, shalihah, pinter. Kadonya buku majmu’ rasail jilid 1 ama 2. mau gak?”
-K’ Aan-

nah, kalo yang ini konkrit abis! Hehe…padahal sebelumnya beliau gak inget kalo hari ini aku milad. Lumayan, dapet buku. Hare gene gak punya risalah pergerakan? Hehe…baca sih udah, tapi enakkan kalo jadi hak milik…anyway, jazaakalloh to k’aan buat semuanya…sering2 yah ^_^

Siang menjelang sore di Margonda, beberapa BPH BEM sibuk mengucap selamat.
Plus, pastinya, gak lupa, pada nagih makan-makan…
Kenapa addddda aja ujungnya?!?!??!

Maghrib2, Tante Ida Pontianak, adik mama, datang…

selamat ulang tahun ya, smg panjang umur, murah rejeki dan cepat selesai n dapet jodoh. Kadonya pulsa aja ya, entar ditransfer”

Yeah…alhamdulillah….kebetulan pulsa lagi sekarat euyy! Sennnnanggg….Eh, alhamdulillah…ada rejeki n_n

Abis tante Ida, si Fajar muncul dengan sms pertama…

“in my reminder, you are 2* years old today.. Happy birthday. Always think big, never give up. May your day blessed and as special as you are…Friend forever..”

tapi, sms kedua…sms ketiga…keempat…jadi aneh dan gak jelas…
“Oiya. Ada yang penting dan kelupaan. Kapan jadwal makan-makannya?”

“milad tu harusnya muhasabah karena makin deket sama mati. Bukan makan2! Hayo besok shoum senin-kamis!:P”

“ Oke deh saya besok shoum senin-kamis. Atau kita muhasabah sambil makan2 aja, kayak ESQ?”

Haha…Fajar staf keuangan-ku ternyata anak baik yang cukup perhatian sama bosnya juga…makasih ya, Jar…makan-makan kapan2 ajalah…lagian ntar situ tambah bulet lagi…

Fiuh…
Udahan deh. Ternyata sms Fajar adalah yang terakhir. Oya, sebelumnya juga ada Yuri IPB yang sampe 2 kali jauh2 nelpon dari Bogor. Jazaakalloh buat doanya, akhi…

Well…14 mei akhirnya merenda usai. Bergulir, dan terus berjalan sesuai titah Sang Penguasa. Cuma haru dan balasan doa untuk segala perhatian yang telah tercurah. Makasih ya teman2…smg Allah mengabulkan doa-doa kalian untuk Indra.. serta menjaga kita dalam ridho-Nya senantiasa…
Just let make things BETTER.

* * *
Jadilah di dunia bagai orang asing
Atau pengembara yang tidak lama
Bila pagi datang, jangan tunggu sore
Bila sore datang, jangan tunggu pagi…

Berbekallah yang banyak
Untuk segera pulang
Bertemu dengan Allah
Di alam sana…

Hidup bagai mimpi
Hampir tak terasa
Hadir di hadapan
Hidup yang abadi

(Segeralah – Izzatul Islam)

Ahmadinejad in UI

Bismillah.

Baru2 ini aku nonton studium generale-nya Ahmadinejad di kampus (nonton… kesannya kayak pelem aja…)
Wuuu…Presiden Iran yang keren itu dateng ke UI, bo’!
Beruntungnya aku bisa dapet undangannya. Soalnya acara ini buat pejabat2 UI dan mahasiswa pun dibatasi kuotanya. Hehe…beginilah enaknya jadi BEM-ers…;)

Dah cukup lama juga aku mendengar sepak terjang beliau. Seorang nasionalis Iran yang begitu kukuh menentang dominasi Barat, especially USA. Bagiku ini sebuah sikap spektakuler yang gak ada tandingannya abad ini. Coba, mana ada pemimpin yang berani ngelawan hegemoni AS selain beliau?

Kalo baca berita2 tentang beliau di koran atau tivi, yang terbayang di benakku adalah Ahmadinejad yang tegas, keras, pemberontak, galak, dan semacamnya. Tapi kemarin, begitu melihat beliau secara langsung berpidato di hadapan rektor, dosen2 dan mhs UI, bayanganku buyar seketika.

Nejad lebih tampak seperti orang biasa. Begitu sederhana. Ia memakai setelan jas hitam tanpa dasi, diiringi sejumlah ajudan. Tidak ada kesan angkuh yang menunjukkan dirinya seorang pemimpin sebuah negara. Tidak ada kesan garang ataupun keras. Tidak. Sama sekali tidak ada. Yang ada cuma sosok lelaki dengan wajah teduh, raut bijak, kebapakan, lembut, dan tentu saja, penuh kharisma!

Nejad membuka pidatonya dengan salam dan sholawat.
Tanpa disangka, ia melempar lelucon yang membuat suasana cair seketika.
“Salam kita sama, bukan?” ujarnya. Dan hadirin yang hadir pun menjawab, “Samaaaaa!” sambil tersenyum geli.
Lalu ia berbicara lagi. Katanya, UI yang luasnya 320 hektar ini, mungkin bisa dibagi2 per hektarnya untuk para mahasiswa. Hahaha…satu ruangan terbahak. Ada-ada aja si Bapak. Ternyata beliau bisa melucu juga! What a humouris president!

Nejad kemudian mengungkapkan sifat-sifat Rasulullah saw, terutama kasih sayang, pelayanan umat, sabar, menyayangi rakyat dsb. Ia mengatakan bahwa kita telah diperintahkan oleh Allah untuk mengikuti nabi saw sebagai uswatun hasanah, dan harus mendekati gaya hidup beliau. Kezaliman dan ketidakadilan yang terjadi sekarang ini menurutnya karena kita tidak mengikuti ciri khas nabi.

Nejad menegaskan bahwa keterbelakangan yang dialami bangsa-bangsa di dunia bukanlah hal yang paling berbahaya saat ini. Hal yang lebih berbahaya menurutnya adalah gaya yang dipaksakan kepada bangsa-bangsa, sehingga Negara-negara kita tidak bisa mengembangkan kemajuan dan kemakmuran.

Ada 2 hal pokok yang Negara lain lakukan terhadap bangsa lainnya, yaitu :
Menghina negara lain serta menyebarkan konsep dan pemikiran mereka

Sementara 1 hal yang menghambat kemajuan dan kemakmuran kita adalah karena kita menerima konsep itu dan tidak bisa berkata “tidak”!

Untuk ilmu pengetahuan, kita memang mengikuti prinsip2 Barat dan masuk kedalam lingkaran mereka, padahal kita sebenarnya juga punya prinsip sendiri. Prinsip2 barat sendiri sebenarnya tidak cukup untuk memahami berbagai fenomena (gak komprehensif/adekuat, maksudnya).

Seluruh aktivitas di dunia ini berada dalam pengawasan Tuhan YME.
Dan menurut agama yang meyakini keberadaan Tuhan YME, segala sesuatu dimaknai dengan kebaikan dan keburukan. Perbuatan buruk akan menyebabkan berkah dan rahmat Allah tidak turun/terhambat, pun sebaliknya. Tapi Nejad dengan sangat yakin mengatakan bahwa segala kebaikan pasti akan bertahan dan segala keburukan akan musnah. Orang yang niatnya baik, pasti akan mendapat kesuksesan, sementara orang yang niatnya buruk, pasti akan mendapat masalah.

Nejad mengatakan bahwa kita harus mempercayai diri sendiri, harus lepas dari kerangka2 buatan (orang lain). Tapi sayangnya, sudah bertahun2 banyak golongan yang merasa tidak bisa (minder/gak pede).

Semua orang berhak maju dan mendapat kemakmuran, juga mendapat jalan menuju kemakmuran, karena semua orang memiliki hak yang sama. Begitu pun halnya ilmu/teknologi. Ilmu/teknologi bukan hanya untuk 1 negara. Sayangnya, di dunia ini banyak terjadi diskriminasi. Beberapa negara adikuasa menganggap diri mereka lebih dari yang lain dan tidak menghormati serta tidak menghargai harkat dan martabat Negara lain. Mereka percaya bahwa kebudayaan mereka lebih baik dari yang lain dan mereka memusnahkan kebudayaan lain, mengganti system ekonominya dll.
Padahal setiap kita melihat kezholiman, pasti ada mereka.
Bagaimana mungkin orang yang menebar kejahatan, ia akan menegakkan keadilan????
Bagaimana mungkin mereka yang melanggar HAM, mereka mengatakan akan melindungi HAM???
(Yeah! Sepakat!!!!)

Oleh karena itu, liberalisme yang mereka bawa pasti akan musnah, dan keadilan Tuhan akan datang. Dunia akan dikelola oleh orang2 yang saleh!!! Allohu akbar!!!!!!!!!!!!!!!

(waktu itu, suasana balai sidang UI tempat Nejad berpidato lebih mirip acara ceramah atau taujih dibandingkan pidato presiden. Abis, bentar2 takbir bersahutan…)

Kami menyatakan sikap bahwa kami mengutuk setiap pembunuhan. Mereka melakukan invasi terhadap Negara lain dan mengatakan bahwa 6 juta Yahudi dibunuh! Jika itu adalah berita yang benar, sesungguhnya mereka dibunuh oleh orang2 Eropa. Lalu kenapa Israel malah ingin mendirikan negara di tanah Negara Islam?

Negara2 yang mengikuti Israel, pasti punya tujuan2 tertentu. Ada negara2 eropa yang ingin mengeluarkan Israel dari negeri mereka. Sebab Eropa juga ingin menguasai dunia, sehingga kalau harus bersaing dengan Israel, kemampuan mereka akan tertandingi. Untuk mencapai tujuan2 itu, mereka menyerang negara2 kami dan menuduh kami yang melakukan penyerangan!

Liberalisme telah tunduk pada rezim Zionis, sehingga apa yang dilakukan zionis tidak bertentangan dengan Barat, bahkan malah didukung. Kalau barat tidak mendukung Zionis, mereka pasti akan musnah. Tapi rezim2 yang dibangun di atas kezhaliman, pasti akan musnah pula! Allohu akbar!!!

Kami mengusulkan kepada Barat, jika kalian memperkukuh prinsip demokrasi, maka serahkan Palestina kepada rakyatnya!
Tapi mereka yang mengaku prodemokrasi, tidak mau mendukung hal tersebut.
Padahal jika kalian tidak mendukung zionis, mungkin akan membuka dukungan negara timur tengah pada kalian.

Adalah cita2 seluruh umat, untuk melenyapkan segala ancaman di seluruh dunia!

Tentang nuklir….
Iran hanya menginginkan perdamaian dan kedamaian. Bukan kedamaian bagi Iran saja, tapi untuk seluruh dunia. Banyak negara2 yang punya senjata kimia dan biologi, dan bisa menyerang negara lain kapan saja. Bahkan mereka mempersenjatai negara2 tetangga Iran. Mengapa mereka sangat mengkhawatirkan perkembangan teknologi nuklir Iran???

Setiap hari mereka menguji coba senjata nuklir terbaru. Bahkan mereka mempersenjatai rezim Zionis yang bertentangan dengan peraturan internasional. Tapi mereka sangat mencemaskan perkembangan senjata2 nuklir di negara lain, spt Iran dan Indonesia. Hal ini disebabkan karena mereka ingin memonopoli senjata itu dan memaksa Negara lain tunduk kepada mereka.

Ilmu ttg teknologi bahan baker meliputi berbagai macam ilmu. Oleh karena itu, setiap negara yang mau mencapai puncak ilmu,maka harus bisa menguasai ilmu ini.

Kamilah yang menentukan sendiri teknologi mana yang ingin kami pakai. Selain itu, kami ingin mempertahankan hak kami, juga hak negara2 muslim lainnya seperti Indonesia, Turki, Pakistan, Mesir, Aljazair, dsb.

Kalau Iran ada di depan, maka negara lain akan mengikuti. Segala energi akan habis, tapi nuklir tidak ada batasnya, tidak merugikan lingkungan dan mengancam kehidupan manusia. Semua Negara pasti membutuhkannya. Itu sebabnya Barat sangat mengkhawatirkan perkembangan teknologi Iran…”

Udah sih…gitu doang pidatonya Mr. Ahmadinejad…
Tapi itu aja udah keren bangett!!!

Bahkan begitu keluar dari balai sidang, kami masih terus membicarakan beliau. Kebayang gak sih, begitu Nejad berpidato, aura heroisme langsung menyeruak dan memenuhi ruangan!

Aku sampe ngomong berulang kali sama yang lain…pengen banget mengulang momen tadi lagi… Abis belum puas! Mana tadi dipunggungin mulu lagi sama wartawan yang sibuk motret. Dasar wartawan agresif!

Satu hal yang kupikir menjadi dasar dari semua pemikiran dia adalah, bahwa keburukan akan musnah dan kebaikan akan tetap ada. Sehingga apapun yang terjadi, ketika ia yakin berada di jalan yang benar, jalan yang Nabi contohkan, maka tak satupun yang bisa membuatnya gentar!

Hmm…sepertinya tidak berlebihan jika kukatakan bahwa Nejad adalah symbol perlawanan terhadap Barat di abad ini…

Semangat, Ayah! Go for FIGHT!!! Semoga Allah memberkahi perjuanganmu!

Pelecehan Seksual (bantuin donk…)

bismillah..

teman2…sodara2kuu…
aku lagi ngerjain skripsi ttg pelecehan seksual nih.
would u help me?
tlg jawab pertanyaan di bawah ini dengan detail dan operasional ya…

ya.

menurut anda,
1) hal-hal apa saja yang tergolong pelecehan seksual?
2) situasi yang bagaimana yang rentan thdp terjadinya pelecehan seksual?
3) kondisi korban spt apa yang rentan thdp terjadinya pelecehan seksual?
4) hal apa yang paling dominan menjadi penyebab terjadinya pelecehan seksual?

nama :
usia :
pekerjaan :

jazaakumulloh khoiron, semuanya…
terima kasih banyak ^_^