Skripsi, I’m Comiiingg…!

Bismillah.

Alhamdulillaahirobbil ‘alaamiin…
Akhirnya, tema skripsiku insya Allah sudah fix: “Perbedaan Kesejahteraan Psikologis pada Orang yang Melakukan Sholat Wajib dengan Orang yang Melakukan Sholat Wajib dan Sholat Sunnat Tahajud”.

Perjuangan untuk mem-fix-kan tema ini bisa dibilang gak mudah. Aku bolak-balik janjian sama Pak Hanna untuk ketemuan, tapi gak bisa2 karena beliau dah jarang banget ke kampus karena dah pensiun. (oya, Pak Hanna Djumhana itu dosen Psikologi yang juga pelopor Psikologi Islami di Psikologi UI. Beliau sangat memahami konsep2 islam dan qur’an yang berkaitan sama psikologi. Makanya, meski beliau sudah pensiun, aku kekeuh ngejar beliau tuk diskusikan tema ini…)

Nah, sekalinya udah mau ketemu, Pak Hanna membatalkan karena beliau sakit.
Akhirnya beliau memintaku datang ke rumahnya di Ciputat.
Terus, beliau minta aku membawa proposal skripsi yang mo aku ajukan.
Waks!!! aku belum buat sama sekali dan hari-H bertemu Pak Hanna tinggal 2 hari!
Abis aku pikir, aku baru akan mulai setelah beliau meng-acc bahwa penelitian ini realistis tuk dilakukan. Soalnya waktu aku diskusi sama Mbak Ratna (dosen Psikologi Sosial yang pernah bikin penelitian tentang Efek Dzikir pada psikologis orang), beliau meragukan tema ini karena terlalu banyak variable yang harus dikontrol).
Akhirnya demi ketemu sama Pak Hanna, 2 malam aku ngebut ngetik proposal sampe tidur cuma 3 jam setiap harinya!
Fiuuh…

Malam sebelum hari-H, temanku sms gak bisa nemenin karena mau ketemu sama pembimbing skripsinya. Maka terpaksalah aku pergi ke Ciputat sendirian tanpa tau jalan!

Untuk sampai ke Ciputat, aku harus ke terminal Lebak Bulus dulu.
Dari kampung melayu ternyata gak ada bis jurusan Lebak Bulus. So aku harus nyambung lewat Blok M (padahal sebenarnya aku bisa aja naik bus jurusan Blok M dari jalan raya by pass kebon nanas, jadinya aku muter2 deh ke kampung melayu dulu…)
kebayang gak sih, udah gak tau jalan, rutenya ternyata jauuuh… banggget! mana hari itu mataharinya nyengat banget… hosh…hosh…terasa banget deh dahaganya…

Janji jam 9 terpaksa molor dua setengah jam karena perjalanan yang sangat tak terduga jauhnya itu. Ku-sms Pak Hanna untuk minta maaf karena akan terlambat. untung Pak Hanna bisa memaklumi dan tetap mau membukakan pintu rumahnya buatku.

Sampe komplek dosen UI Ciputat, aku nanya ke satpam dimana letak rumah Pak Hanna. Setelah lelah nyasar dan melewati berbagai gang sambil berpanas-panas, akhirnya aku ketemu seorang ibu dan bertanya padanya.
God! rumah Pak Hanna ternyata tepat di depan rumah beliau yang udah aku lewatin berkali-kali! Oalaah…. -_-‘

Fiuu…sampe deh di rumah Pak Hanna…
Kami pun langsung berdiskusi tentang tema itu. Tadinya aku cuma pengen neliti kesejahteraan psikologis pada orang yang tahajud. I mean, aku pengen membuktikan bahwa sholat tahajud itu ada hubungannya dengan kesejahteraan psikologis. So, barangsiapa yang mau psikisnya sehat sejahtera, banyak-banyaklah sholat tahajud!

Tapi Pak Hanna bilang, kalo kamu neliti hubungan aja, maka akan berhenti sampai situ doang. Lalu beliau mengusulkan perbandingan antara orang yang sholat wajib dan sholat wajib plus tahajud. Dengan demikian, jika hasilnya kesejahteraan psikologis pada orag yang tahajud lebih tinggi dibandingkan yang sholat wajib thok, maka kelebihan sholat tahajud akan terbukti.

Tapi yang jelas, seperti yang Mbak Ratna katakan, penelitian ini cukup sulit karena ada banyak variable yang harus dikontrol. Bisa jadi hal yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis itu bukan tahajudnya, tapi kepribadiannya yang emang gak panikan, gak mudah cemas, problem2 hidup yang dihadapi tidak terlalu berat atau kompleks, dsb.
So, salah satu cara untuk mengontrol hal ini adalah aku musti cari alat tes yang
mengukur seberapa tinggi kecemasan seseorang. Abis itu, baru aku bisa mengumpulkan subjek penelitian dengan tingkat kecemasan yang sederajat.

Sejak pertama diskusi sama Mbak Ratna, sebenarnya aku agak-agak pesimis tema ini bisa goal. That’s why acc Pak Hanna menjadi sangat berarti buat langkahku selanjutnya. Kukatakan pada Pak Hanna, ini tema yang sangat idealis buatku. Sebab goal yang ingin kucapai adalah pembuktian bahwa tahajud bisa meningkatkan ketenangan, seperti yang Al Qur’an katakan dan banyak orang2 rasakan.

“Ya sudah! Lakukan!” ujar Pak Hanna. “Penelitian ini memang sulit. Tapi inilah jihadmu. Kalau terbukti hasilnya signifikan (bahwa kesejahteraan psikologis pada orang yang tahajud lebih tinggi daripada orang yang cuma sholat wajib aja –red), maka ini luar biasa…Lakukan. Ini jihad.”

Aku tersenyum dan mataku berbinar-binar. Mewujudkan idealisme memang tak mudah, tapi aku harus mencoba.

Lalu Pak Hanna break sholat Jumat dan aku menunggu di rumahnya sambil disuguhi beberapa buku islami. Setelah selesai, kami berdikusi lagi panjang lebar. Tentang literature, pembimbing skripsi yang beliau rekomendasikan, dan tentu saja, psikologi islami. Kapan lagi aku bisa berbincang sebebas ini dengan beliau, mengingat kesempatan itu sangat jarang?

Selama perbincangan kami, Pak Hanna mengeluarkan buku-buku koleksinya yang kira-kira relevan dengan temaku. Setelah kubaca sekilas, siap2 kucatat bahan yang bisa dimasukkan ke dalam pendahuluan atau landasan teori. Tapi beliau malah mengijinkan aku meminjam beberapa buku dan kubawa pulang. Waaaaa…..senangnyaaa….!!! ^_^

Setelah kurasa cukup, aku pun pamit pulang. Tapi sebelum itu beliau menunjuk satu buku miliknya. “Ini sudah dibaca?”ujarnya sambil meraih buku Islamic Chicken Soup for The Soul. “itu…Cuma sekilas…”jawabku. “Ini saya hadiahkan buat Indra,”kata beliau. Aku terbelalak sampai tergagap, “Bu…buat saya, Pak?”. “Iya. Ambil.” Waaaah….aku bener2 gak nyangka! “Makasih ya Pak!”. Dan aku pun pulang dengan hati riang.

Sejujurnya bukan buku itu yang bikin aku senang. Tapi sikap welcome dan kebaikan hati Pak Hanna itu yang bikin aku terharu. Betapa tidak! Aku baru saja mengenal beliau lebih dekat sekali itu, berbincang lama, tapi beliau sudah begitu baik…huhuu….

Big thanks for you, Sir.
Aku sudah bertekad akan berusaha melakukan penelitian ini dengan sungguh-sungguh sekuat tenaga. Penelitian yang bukan sekedar tugas akhir skripsi, tapi seperti katamu, inilah jihadku!

~Teman2, doakan aku ya…~

Advertisements

3 thoughts on “Skripsi, I’m Comiiingg…!

  1. mungkin ini sudah 3 tahun berlalu. namun saya tertarik untuk tahu lebih lanjut tentang hasil penelitian anda. tentang alat tes yang digunakan, variabel apa saja yg dikontrol, karakteristik subyek dll.anda bisa menghubungi sy di dez_amerous@yahoo.combantuan anda sangat berarti buat saya.thx..

  2. assalamualaikum, perkenalkan saya mia…..mm….bagus sekali penelitiaannya…saya sangat tertarik…kebetulan saat ini saya lagi menyusun skripsi tentang kesejahteraan psikologis (psychological well being)….PWB literaturnya banyak dari barat, dan hanya 2 buku saja yang baru saya dapatkan….itupun bahasa inggris….selain itu saya hanya mendapatkan jurnal penelitian dari orang barat….memang topik PWB ini masih fresh sekali…jd saya merasa kesulitan untuk mencari liteturnya….tapi saya sangat tertarik akan tema ini….alhamdulillah saya melihat blog mba ini…paling tidak ada kelegaan hati, saya berharap bs saling sharing kepada mba yang lebih dulu melakukan penelitian..bisakah mba menolong saya untuk meberitahukan teori-teori dan literatur ttg PWB ini…kalau mba bisa memabntu , saya mohon kirimkan ke email saya m14_yanti@yahoo.com, trims mba….saya mohon bantuannya….assalamualaikum……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s